<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Altearis</title>
	<atom:link href="http://mardun.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mardun.wordpress.com</link>
	<description>The Black Paradise</description>
	<pubDate>Sat, 21 Jun 2008 00:00:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Moral. Mental, dan Kejujuran?</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/06/21/moral-mental-dan-kejujuran/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/06/21/moral-mental-dan-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 23:59:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu lagi membayar hutang istirahat setelah 2&#215;24 jam tidak tidur&#8230;&#8230; saya iseng-iseng membuka sebuah forum chating. Nah di forum tersebut sedang ada sejumlah orang yang berdebat mengenai suatu masalah. Sebenarnya tidak penting apa yang mereka perdebatkan, hanya saja ada satu kalimat yang membuat saya tiba2 duduk dan membaca dengan serius (hanya untuk sesaat, karena ya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sewaktu lagi membayar hutang istirahat setelah 2&#215;24 jam tidak tidur&#8230;&#8230; saya iseng-iseng membuka sebuah forum <em>chating</em>. Nah di forum tersebut sedang ada sejumlah orang yang berdebat mengenai suatu masalah. Sebenarnya tidak penting apa yang mereka perdebatkan, hanya saja ada satu kalimat yang membuat saya tiba2 duduk dan membaca dengan serius (hanya untuk sesaat, karena ya itu tadi topiknya tidak penting). Orang itu bilang begini</p>
<blockquote><p>Sudahlah jangan berbicara dengan membawa-bawa moral, mental, dan kejujuran. Di dunia nyata saja itu semua sudah tidak laku, apalagi di sini di dunia maya</p></blockquote>
<p>ya cuma itu saja sih, karena masih capek saya masih males mikir buat nulis. Sampai saat ini masih mencoba merenungkan dan mengira-ngira kadar kebenaran pernyataan tersebut <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/182/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/182/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=182&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/06/21/moral-mental-dan-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Banyak yang Menuduh Aparat Keadilan Korup?</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/06/02/kenapa-banyak-yang-menuduh-aparat-keadilan-korup/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/06/02/kenapa-banyak-yang-menuduh-aparat-keadilan-korup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2008 02:00:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Story and Motivation]]></category>

		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=176</guid>
		<description><![CDATA[
Sepertinya memang sudah takdir Indonesia untuk menjadi negara yang penuh tuduhan. Terutama untuk para aparatnya, tuduhan Korup (bukan korupsi) seolah sudah menjadi sarapan sehari-hari. Salah satu yang sering mendapat tuduhan korup adalah aparat yang berhubungan dengan keadilan (polisi, hakim, jaksa, dll).
Setelah melihat berita di TV pagi ini, satu lagi pencerahan mampir ke benak saya. Satu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mardun.files.wordpress.com/2008/06/rusuh.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-177" src="http://mardun.files.wordpress.com/2008/06/rusuh.jpg?w=300&h=208" alt="" width="300" height="208" /></a></p>
<p>Sepertinya memang sudah takdir Indonesia untuk menjadi negara yang penuh tuduhan. Terutama untuk para aparatnya, tuduhan Korup (bukan korupsi) seolah sudah menjadi sarapan sehari-hari. Salah satu yang sering mendapat tuduhan korup adalah aparat yang berhubungan dengan keadilan (polisi, hakim, jaksa, dll).</p>
<p>Setelah melihat berita di TV pagi ini, satu lagi pencerahan mampir ke benak saya. Satu lagi jawaban mengapa banyak aparat yang dituduh korup. Berita di TV tersebut adalah liputan <a title="berita di situs lain" href="http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita,FPI-Serbu-Aksi-Peringatan-Kelahiran-Pancasila-1809.html" target="_blank">penyerbuan FPI (katanya sih singkatannya Front Pembela Islam) terhadap massa AKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beagama dan Berkeyakinan) di Monas, Jakarta</a>. <span id="more-176"></span></p>
<p>Dalam <a title="beberapa foto" href="http://foto.detik.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/01/time/154226/idnews/948488/idkanal/157/id/1" target="_blank">penyerbuan berdarah</a> itu tidak sedikit korban yang jatuh. Sejumlah oknum FPI mengatakan bahwa mereka menyerbu karena dicurigai acara itu disusupi oleh para penganut Ahmadiyah.</p>
<blockquote><p>Secara Yuridis Formal Ahamdiyah sudah dilarang, jadi mereka itu sudah kriminal. Kalau aparat kepolisian tidak mau membubarkan, kami yang akan bubarkan.</p></blockquote>
<p>itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan oleh salah seorang oknum penyerbu. Ucapan yang mencerahkan sekaligus ironis.</p>
<p>Mencerahkan karena membuka hipotesa baru tentang alasan seringnya aparat keadilan dituduh korup dan/atau makan gaji buta. Gimana mereka mau bekerja, lahan mereka sudah diambil oleh orang-orang yang suka main hakim dan main Tuhan sendiri <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Ironis karena menunjukkan borok mereka (penyerbu) sendiri. Seperti yang sudah dikatakan sendiri oleh si penyerbu,</p>
<blockquote><p>Kalau aparat kepolisian tidak mau membubarkan, kami yang akan bubarkan.</p></blockquote>
<p>Perkataannya sepintas memang heroik, tapi&#8230;.. yah gitu deh. Kalau memang mereka seheroik dan seteguh itu membela kebenarannya, kenapa mereka tidak serbu kantor polisi saja? Kenapa mereka diam saja melihat aparat kepolisian yang menurut mereka salah karena tidak membubarkan acara yang menurut mereka disisipi oleh oknum2 pengikut Ahmadiyah? Kenapa mereka lebih memilih menyerbu sekeompok orang tidak bersenjata?</p>
<p>Dan puluhan &#8220;kenapa&#8221; lainnya pun akan menyusul  tanpa pernah terjawab. Bagi saya hanya ada satu jawaban yang bisa ditemukan sampai sekarang. TAKUT&#8230;.. ya, mereka takut melawan polisi yang bersenjata.</p>
<p>Mereka lebih memilih untuk melampiaskan ketakutan dan ketidak berdayaan mereka kepada orang2 tidak bersenjata. Kemudian dengan mudah mereka gunakan keyakinan agama mereka sebagai pembenaran.</p>
<p>Kalau ada yang bisa memberikan alasan lain tolong jangan segan-segan disampaikan, siapa tahu bisa lebih mencerahkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Lihat disana&#8230;&#8230;&#8230; antrean pencuri yang timbul sebab nasinya dicuri&#8230;&#8230;&#8230;..</em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/176/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/176/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/176/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/176/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/176/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=176&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/06/02/kenapa-banyak-yang-menuduh-aparat-keadilan-korup/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mardun.files.wordpress.com/2008/06/rusuh.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Siapa yang Menipu Siapa yang Ditipu [2-(semoga)Tamat]</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/05/24/siapa-yang-menipu-siapa-yang-ditipu-2-semogatamat/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/05/24/siapa-yang-menipu-siapa-yang-ditipu-2-semogatamat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 13:58:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Prolog:
Sebenarnya sudah lama sekali bagian kedua ini ingin ditulis oleh penulis. Namun karena hal ikhwal yang memaksa maka tulisan bagian kedua ini baru bisa diterbitkan sekarang. Putusnya hubungan saya dengan dunia maya ini disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada pemutusan hubungan dengan dunia maya secara teknis selama kurang lebih satu bulan  . Ok-lah masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Prolog:</p>
<p>Sebenarnya sudah lama sekali bagian kedua ini ingin ditulis oleh penulis. Namun karena hal ikhwal yang memaksa maka tulisan bagian kedua ini baru bisa diterbitkan sekarang. Putusnya hubungan saya dengan dunia maya ini disebabkan oleh kesalahpahaman yang berujung pada pemutusan hubungan dengan dunia maya secara teknis selama kurang lebih satu bulan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Ok-lah masalah itu lain cerita&#8230; sekarang kembali ke topik, yang masih ingin tahu (<a href="http://mardun.wordpress.com/2007/10/23/homonim-homograf-dan-homofon/" target="_blank">homograf</a> ya <a title="Pak Guru BI" href="http://sawali.wordpress.com/" target="_blank">pak</a>) lanjutannya silahkan membaca, semoga menghibur&#8230;&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-175"></span></p>
<p>Semenjak ditemukannya ilmu dewa oleh Nankai cs, corak kehidupan di Informatika ILD berubah drastis. Setidaknya perubahan itu dirasakan oleh mereka yang kenal dengan Nankai cs dan kecipratan ilmu dewanya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . HMSE (Himpunan Mahasiswa Sok Elegan) misalnya, mereka yang dulu menyia-nyiakan Nankai dan memandangnya sebelah mata kini sangat tergantung pada suplai ilmu dewanya. Bahkan Donial, seorang mahasiswa pemikir (<em>at least he think he is) </em>menamai fenomena tersebut sebagai sebuah <em>social hacking</em>.  Sang Ketua-pun dengan (sok) elegannya mendukung aksi tersebut dengan menyitir dalil dari kitab riwayat Dumbledore &#8220;<em>For the greater goods&#8221;</em>.</p>
<p>Kehidupan sejahtera tersebut berjalan sangat rata. Hampir semua macam mahasiswa baik aliran <em>kiri notok sampe kanan njedog</em> memanfaatkan ilmu tersebut. Ada yang melakukan misi mulia dengan men-<em>download</em> jurnal-jurnal, tutorial perkuliahan, bahkan file-file <em>murottal</em> (ayat-ayat kitab suci). Ada yang menggunakannya untuk kesenangan pribadi seperti membaca komik secara <em>on-line</em> ataupun mengunduh (<em>download</em>)-nya. Namun ada juga sebagian kaum  Adam yang menggunakannya untuk mengunduh film-film porno dalam jumlah besar dan mengedarkannya. Semuanya dilakukan sebagai partisipasi  dalam corak perubahan moral mahasiswa (dengan motif dan tujuannya masing-masing).</p>
<p>Namun sebenarnya semua itu tidak lebih dari fatamorgana bagi seorang Nankai. Di satu sisi dia <a title="Calon tenar" href="http://calonorangtenarsedunia.wordpress.com/2008/05/24/ulang-tahun/" target="_blank">tenar</a> karena menjadi bahan perbincangan sebagai &#8220;pahlawan&#8221; <em>bandwidth</em>. Mereka semua tidak tahu bahwa di balik itu semua dia menanggung sebuah beban mental yang teramat berat. Semuanya idak lepas dari peran sang GM. Sang GM meskipun culas, kualitas otaknya tidaklah boleh diremehkan. Dia adalah tokoh dibalik implementasi SIM (Sistem Indoktrinasi Akademik) di ILD. Sistem tersebut patut mendapat pujian karena mengimplementasikan sebuah model keamanan yang sangat primitif namun efektif (SIM ini akan dibahas lebih lanjut nantinya). GM yang kerap tampil dengan jenggotnya inilah yang selalu menjadi sumber penderitaan bagi Nankai.</p>
<p>Hampir setiap langkah Nankai di kampusnya tidak lepas dari intaian sang GM. Setiap Kilobyte lagu-lagu dan film porno yang tercatat dalam <em>log</em> (catatan) server selalu dibebankan padanya (padahal dia hanya bertanggung jawab terhadap sebagiannya saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Setiap kesalahan sistem yang diduga akibat ulah pihak luar selalu dialamatkan padanya (yang memang kadang-kadang dia lakukan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Bahkan tidak jarang sang GM menjelek-jelekkan Nankai di depan mahasiswa-mahasiswa lain yang ikut menghujatnya agar mendapatkan nilai baik dari si dosen berjubah malaikat itu. Ironisnya, di sisi lain mahasiswa-mahasiswa penjilat itu jg tidak malu untuk meminta ilmu dewa dari Nankai untuk memuaskan hasrat mereka bersama Maria Ozawa. Seolah belum cukup cobaan yang menerpanya, sepeda BMX <em>protolan</em>-nya pun lenyap digondol maling beberapa kali.</p>
<p>Kehidupan fatamorgana yang dijalaninya dengan minim keluhan itu berlangsung sudah cukup lama. Tidak terasa umur akademiknya semakin mendekati ajal. Dasarnya memang agak bandel, Nankai, Sheryn, Ferdinand, dan teman-temannya terpaksa menunda kelulusan karena SKS-nya belum mencukupi. Sementara itu Bamz, si bocah elektro yang tiga tahun lebih dulu menghuni ILD daripada Nankai sudah mulai dihubungi malaikat maut untuk menandatangani pra kontrak DO. Di ambang ajal, dia memohon bantuan Nankai untuk mempraktekkan &#8220;sedikit&#8221; ilmu dewanya. Permohonan unutk merubah nilai satu mata kuliah ini awalnya ditolak oleh Nankai. Namun setelah menempuh berbagai upaya jasmani dan rohani, akhirnya entah dengan alasan apa Nankai melakukannya.</p>
<p>Sudah bisa ditebak, karena sistem keamanan yang primitif nan efektif, maka aksi tersebut langsung ketahuan. Bamz dipanggil untuk diinterogasi. Dan dengan harapan palsu bahwa dia bisa mendapat keringanan hukuman, Bamz langsung memberikan nama Nankai sebagai aktor intelektual di balik perubahan nilainya. Akhirnya Nankai dipanggil oleh bapak Mirvay, <em>First Perek of ILD </em>(Pembantu Rektor I ILD). Di hadapan profesor yang konon gosipnya sangat pandai dalam rekayasa data tersebut Nankai dipaksa menunjukkan kronologis aksinya. Sementara itu karena tidak tahu menahu apa-apa mengenai sistem kemanan SIM ILD, maka pak Mirvay yang memang dikenal dengan jargon &#8220;POKOKNYA&#8221; ini justru memaki-maki si GM karena dianggap lalai menjaga SIM ILD.</p>
<p>Epilog:</p>
<p>Selepas dari ruang Mirvay, GM yang masih dirundung kemarahan dan kemaluan melampiaskan kekesalannya pada para mahasiswa. Seolah lupa dengan atributnya sebagai &#8220;Orang Suci&#8221; di kampus, dia mengancam akan memproses puluhan mahasiswa yang pernah dicatatnya melakukan praktek &#8220;plus-plus&#8221; terhadap data ILD. Tindakan spontannya justru semakin membuka mata para mahasiswa ILD bahwa si GM ini hobi menyimpan kesalahan orang untuk digunakan sebagai senjata.</p>
<p>Sementara Nankai? yah, bocah imut ini harus puas dengan sanksi skorsing satu tahun yang dijatuhkan padanya. Beruntunglah dia masih memiliki teman-teman seperti Sheryn, Ferdinand, Lexan, Slavin, dll.</p>
<p>Bamz? hanya ada satu kata yang pantas baginya. Beruntung, ya dia sangat beruntung karena hanya menerima sanksi Drop Out (DO) alias dipecat dengan tidak hormat. Keberadaan terakhirnya tidak diketahui karena dikabarkan Bamz sedang bersembunyi menghindari amuk massa dari teman-teman Nankai.</p>
<p>Sudah semua? eh ternyata ada satu yang terlepas. Tragedi ini masih menyisakan satu korban lagi. Anna Tsuchiya, teman seangkatan Nankai, juga menerima konsekuensi berantai atas kasus ini. Banyak pihak yang terheran-heran karena bocah malang yang sudah dinyatakan lulus ini terpaksa tidak bisa membawa ijazahnya untuk melamar kerja. Ternyata ijazahnya ditahan karena dia pernah menulis tentang topik &#8220;Keamanan Jaringan&#8221; di blognya dimana dalam blog tersebut terdapat nama Nankai. Rupanya pak Mirvay yang trauma atas kejadian itu berupaya menyapu bersih semua yang berhubungan dengan Nankai dan ilmu dewanya. Bahkan gosipnya dia memerintahkan para bawahannya untuk mencari di <em>search engine </em>halaman-halaman di internet yang mengandung kata kunci &#8220;Nankai&#8221; dan &#8220;SIM&#8221;.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan mahasiswa ILD yang lain? kaum oportunis yang hanya menikmati film porno dan barang-barang lain hasil <em>download</em> mereka? mereka yang hanya diam saja saat Nankai sebagai inspirator mereka terkena masalah? mereka yang tertunduk takut saat si GM menebar ancaman? mereka tetap melanjutkan hidup mereka seperti tidak pernah terjadi apa-apa.</p>
<p><em>And the story goes</em>&#8230;&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/175/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/175/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=175&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/05/24/siapa-yang-menipu-siapa-yang-ditipu-2-semogatamat/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa yang Menipu Siapa yang Ditipu (1)</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/04/03/siapa-yang-menipu-siapa-yang-ditipu-1/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/04/03/siapa-yang-menipu-siapa-yang-ditipu-1/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Apr 2008 06:49:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya membaca prolog saya tentang Cheat&#38;Bug terlebih dahulu. Kalau tidak sempat juga tidak apa-apa kok, saya kan cuma promosi  . Dalam tulisan ini saya cuma akan membeberkan sebuah kasus yang sudah agak lama berlalu (sekitar satu bulanan). Sengaja saya tunggu agak lama karena dua alasan. Yang pertama sembari mengumpulkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebelum membaca tulisan ini, ada baiknya membaca <a href="http://mardun.wordpress.com/2008/03/29/antara-cheat-dan-bug/" target="_blank">prolog saya tentang </a><i><a href="http://mardun.wordpress.com/2008/03/29/antara-cheat-dan-bug/" target="_blank">Cheat&amp;Bug</a> </i>terlebih dahulu. Kalau tidak sempat juga tidak apa-apa kok, saya kan cuma promosi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Dalam tulisan ini saya cuma akan membeberkan sebuah kasus yang sudah agak lama berlalu (sekitar satu bulanan). Sengaja saya tunggu agak lama karena dua alasan. Yang pertama sembari mengumpulkan data-data pendukung. Yang kedua supaya saya tidak dituduh provokator lagi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> . Sebisa mungkin saya tidak akan menghakimi salah satu pihak (meskipun perlu <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ) tapi kalau memang ada tulisan saya yang terlalu menjurus harap dimaklumi hehehehe <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> <span id="more-174"></span></p>
<p>Alkisah terdapatlah sebuah universitas tersohor di kota buaya. Sebut saja Institut Lito Dudutz (ILD) yang bersatus milik negara. Seperti layaknya universitas lain, untuk formalitas ILD ini menyebarkan brosur2 menarik untuk menarik minat para pengguna celana dan rok abu-abu. Dan seperti layaknya sebuah brosur, maka tentunya diiringi dengan janji-janji <strike>palsu</strike> manis mengenai keuntungan yang didapatkan oleh mahasiswa ILD. Nah diantara salah satu janji tersebut adalah diberikannya fasilitas internet secara gratis selama 24 jam setiap harinya kepada mahasiswa ILD.</p>
<p>Singkat kata, selama hampir satu dekade cara promosi seperti itu selalu menarik minat para calon mahasiswa. Salah satu yang paling diminati adalah adanya internet gratis. Nankai misalnya&#8230;. cowok imut berkacamata ini memang paling hobi dengan yang namanya komputer. Akhirnya dia berhasil mendapatkan NRP di jurusan Teknik Informatika.</p>
<p>Selama berkuliah dia berkenalan dengan Sheryn dan Ferdinand yang merupakan temannya satu jurusan. Selain itu hobinya cangkruk di warung kopi Sundries juga mengantarkannya berkenalan dengan sejumlah orang.. salah satunya adalah Bamz, mahasiswa jurusan Teknik Elektro (tokoh ini akan kita bahas nanti di episode selanjutnya).</p>
<p>Singkat kata, selama 8 semester perkuliahan, Nankai, Sheryn, dan Ferdinand merasakan adanya keganjilan. Internet gratis yang dijanjikan rupanya hanya isapan jempol belaka. Hanya untuk membuka halaman www.google.co.id saja bisa memakan waktu hampir 5 menit <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .Mereka pernah mengkonfirmasikan hal ini pada dosen yang mendevelop sistem di ILD, sebut saja pak GM. Namun selalu dijawab dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal seperti tidak ada dana dan fasilitas yang minim.</p>
<p>Trio sinting ini tentu tidak percaya begitu saja, sebab media massa selalu berisi tentang ILD menerima proyek ini, itu, dan banyak lagi. Proyek-proyek itu juga bukan dari orang sembarangan. Ada yang dari pejabat, mentri, bahkan presiden. Masa kampus seperti ini tidak bisa bayar internet?</p>
<p>Karena tidak tahan lagi merasa ditipu sekian lama, akhirnya mereka bertiga mengambil langkah drastis. Untuk membuktikan benarkah koneksi internet di ILD memang lambat bin lemot mereka memutusan untuk mencobanya sendiri. Dengan ilmu dewa yang mereka dapat dari pertapa antah berantah&#8230; mereka mencoba berinternet ria dengan menggunakan hak akses milik si GM (dosen yang pandai memberi alasan).</p>
<p>Apa yang terjadi? ternyata koneksi internet yang mereka dapatkan sangat lancar bahkan berlebih. Rupanya si GM memang jago berbohong, pikir mereka. Awalnya rahasia kebohongan GM dan akses internet supercepat ini mereka simpan sendiri. Mereka hanya menggunakannya untuk keperluan yang benar2 mendesak seperti <i>download update</i> dari program-program yang mereka butuhkan. Sekali-sekali memang mereka juga berbuat &#8220;nakal&#8221; dan men-<i>download</i> film ataupun lagu.</p>
<p>Selama melakukan hal tersebut, mereka sama sekali tidak merasa bersalah. Mereka hanya berpikir untuk mengambil kembali apa yang sudah menjadi hak mereka sesuai janji pada brosur. Semunya berjalan baik-baik saja sampai suatu saat Ferdinand melakukan kesalahan fatal. karena iba pada Shinta, gadis manis yang lama ditaksirnya, akhirnya Ferdinand membagi &#8220;ilmu dewa&#8221;-nya pada Shinta (waktu itu doi beralasan ingin mencai jurnal untuk skripsi). Berawal dari Shinta, akhirnya rahasia tersebut beredar dari mulut ke mulut. Bisa ditebak, akhirnya banyak yang menyalah gunakan ilmu dewa tersebut untuk berbuat nista (<i>download bokep, carding, </i>dll).</p>
<p>(bersambung)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/174/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/174/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/174/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/174/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/174/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=174&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/04/03/siapa-yang-menipu-siapa-yang-ditipu-1/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Cheat dan Bug</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/03/29/antara-cheat-dan-bug/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/03/29/antara-cheat-dan-bug/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2008 13:25:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Features]]></category>

		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda main game? seorang gamer tentunya sudah tidak awam lagi dengan dua istilah ini. Secara definitif mereka berbeda, namun keduanya memiliki persamaan. Baik cheat maupun bug sama-sama merupakan hal yang tidak mengikuti pakem dari apa yang sudah digariskan oleh si pembuat Game. Nah di dunia nyata kedua hal ini juga sering dilakukan.
Bug, umumnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernahkah anda main game? seorang <i>gamer</i> tentunya sudah tidak awam lagi dengan dua istilah ini. Secara definitif mereka berbeda, namun keduanya memiliki persamaan. Baik cheat maupun bug sama-sama merupakan hal yang tidak mengikuti <i>pakem</i> dari apa yang sudah digariskan oleh si pembuat Game. Nah di dunia nyata kedua hal ini juga sering dilakukan.<span id="more-172"></span></p>
<p>Bug, umumnya adalah suatu cara untuk memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan kesalahan dari si pembuat game. Misalnya saat hendak mencari nilai pada sebuah mata kuliah/pelajaran. Apabila sistem/game  yang dibuat oleh dosen/gurunya adalah sistem kelompok, maka kita bisa mengeksploitasi bug/kelemahan dalam sistem tersebut untuk mendapat nilai yang bagus. Misalnya dengan mencari anggota kelompok yang kita kenal baik dan tidak keberatan kalau kita hanya numpang nama saja <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Cheat, di sisi lain adalah sebuah cara yang secara tidak langsung melakukan perusakan terhadap sistem yagn sudah ada. Dalam kasus nilai tadi, sebuah cheat juga bisa diimplementasikan. Misalnya dengan menyogok dosen/guru tersebut agar menyulap nilai anda menjadi lebih baik. Atau dengan melakukan hal yang lebih ekstrem (mengancam/memeras dll).</p>
<p>Umumnya mereka yang menggunakan bug adalah orang-orang yang bersifat pemberontak. Mereka adalah orang-orang yang tidak mau menuruti sebuah sistem yang sudah digariskan. Dengan segala cara kelemahan dalam sistem tersebut dicari untuk kemudian dimanfaatkan demi kepentingan pribadi/golongan.</p>
<p>Sedangkan penemu cheat adalah mereka yang tidak suka dengan jalan &#8220;halus&#8221;. Mereka secara terang-terangan mendobrak dan merusak sistem yang sudah ada demi mencapai keinginannya. Cara ini umumnya lebih mudah dideteksi oleh si pembuat sistem karena terlalu kasar. Namun jangan salah, tidak semua pembuat sistem menolak kehadiran para pengguna cheat. Terkadang ada juga pembuat sistem yang mengijinkan penggunaan cheat karena menguntungkan mereka (mau disogok, kan enak tambah kaya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Baik di dunia nyata ataupun maya, kedua hal ini adalah sesuatu yang dilakukan diluar jalur yang semestinya. Saya tidak akan membahas benar atau salah karena semua tergantung penggunaannya. Terkadang merusak ataupun mengakali sebuah sistem itu diperlukan. Terutama bila sistem yang ada dirasa sangat menyusahkan atau merugikan. Namun ada kalanya juga bila dieksploitasi secara berlebihan penggunaannya justru melenceng dari tujuan semula.</p>
<p>Jadi, selamat menikmati (atau menggunakan) bug dan cheat selama hidup anda. Baik atau buruk andalah yang menentukan. Atau mungkin saja suatu saat justru andalah yang menjadi seorang pembuat, pengawas, atau bahkan pemilik sistem <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/172/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/172/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=172&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/03/29/antara-cheat-dan-bug/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Segiempat Itu Ternyata Tidak Retak</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/03/27/segiempat-itu-ternyata-tidak-retak/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/03/27/segiempat-itu-ternyata-tidak-retak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Mar 2008 19:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Story and Motivation]]></category>

		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=171</guid>
		<description><![CDATA[Jorta masih melirik jam dinding yang tergantung di tembok. 15 menit lagi dia akan segera pulang menjemput kebebasan. Surat pengunduran diri yang diserahkannya pada Ibu Feline telah membuka kunci kebebasannya. Tidak lama lagi pekerjaan yang menantang hati nuraninya itu akan segera menjadi bagian masa lalu.
Yang terlintas melalui segumpal daging dalam kepalanya hanya satu pikiran. &#8220;Besok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jorta masih melirik jam dinding yang tergantung di tembok. 15 menit lagi dia akan segera pulang menjemput kebebasan. Surat pengunduran diri yang diserahkannya pada Ibu Feline telah membuka kunci kebebasannya. Tidak lama lagi pekerjaan yang menantang hati nuraninya itu akan segera menjadi bagian masa lalu.</p>
<p>Yang terlintas melalui segumpal daging dalam kepalanya hanya satu pikiran. &#8220;Besok aku mau tidur seharian&#8221;, pikirnya. Hari sudah menjelang tengah malam saat Jorta menaiki kasur yang pernah ditidurinya bersama vivie, mantan pacarnya, dan kemudian tidur. sepatu <i>converse</i> yang setia menemaninya bekerja masih tetap terpasang tanpa sempat dilepasnya.<span id="more-171"></span></p>
<p>Namun niat balas dendamnya tidak terlaksana. Belum 20 jam tidur, tiba-tiba HP-nya berbunyi. Rupanya ada SMS dari Athaliani, teman kuliahnya dulu. Athaliani mengajaknya untuk mengikuti acara silaturahmi bersama Fadil dan Ilyana, dua temannya yang lain. Jorta sebenarnya ragu2 karena dia masih ada masalah dengan mereka berdua. Ingatannya kembali menerawang ke masa dua tahun silam saat mereka sama2 menduduki tingkat akhir di universitas.</p>
<p>&#8220;Jor, aku boleh tanya?&#8221;, kata fadil tiba2 menyela kesibukannya membuka situs porno. Jorta pun heran, lebih heran lagi ketika melihat wajah serius si Fadil menatapnya. setelah menutup gambar perempuan telanjang itu dia kemudian menyahut. &#8220;Tanya aja, emangnya ada apa?&#8221; . &#8220;Gini Jor, si Yana tuh menarik banget ya..&#8221; ujar Fadil sambil tersipu-sipu. Langsung tawa Jorta meledak seketika. &#8220;Lah kalo kamu suka hajar aja dil, ngapain takut&#8221;. &#8220;Bener nih gak papa? entar org2 pada sirik lagi&#8221;, ujarnya ragu2. &#8220;Udah sante aja Dil, gw dukung elo kok&#8221;, tukasnya sambil menepuk2 pundak sahabatnya itu.</p>
<p>&#8220;Jortaa, aku mau bicara,&#8221; kata Ilyana dingin. &#8220;Kamu ngomong apa sama si Fadil? kamu pikir aku ini apaan? kamu jangan berlagak jadi mak comblang deh&#8221;, cerocos Ilyana membombardir Jorta. Tanpa memberi kesempatan menjawab Ilyana pun pergi begitu saja. Itulah saat terakhir Jorta bertegur sapa dengan Illyana. Untunglah dia sudah bersiap2 saat menerima gelombang kedua yang datang dari Fadil. Fadil mengeluhkan kalau Ilyana marah2 akibat perbuatannya yang menuruti saran Jorta. Akhirnya dia hanya bisa menghibur diri dengan situs porno yang tidak akan bisa dinikmatinya lagi setelah bulan April tahun ini.</p>
<p>Akhirnya pada hari yang ditentukan suar klakson mobil Athaliani membangunkannya. Setelah mandi bebek dan sarapan sekedarnya, mereka segera berangkat menuju tempat yang telah dijanjikan. Rupanya Fadil dan Illyana sudah terlebih dahulu menunggu di sana. Mereka tampak bercengkerama dengan mesra. Tak terkira bahagia Jorta ketika mereka berdua menyapanya dengan ramah seolah-olah tidak pernah ada masalah. Mereka pun ngobrol dengan akrab seperti layaknya masih kuliah dulu.</p>
<p>&#8220;Gimana Jor, pekerjaanmu?&#8221; Tanya Ilyana. &#8220;Sudah keluar, baru aja kemarin Yan, biasa&#8230; gak cocok sama perasaan&#8221; jawabnya meringis. &#8220;Zzzz km tetap tidak berubah Jor,&#8221; tuding Fadil yang disahut tawa mereka berempat. &#8220;Oh iya, gimana rencana kalian setelah ini,&#8221; celetuk Jorta sambil mengedipkan mata. &#8220;Ya&#8230; gimana ya? kami sih sedang mencari beasiswa untuk melanjutkan  kuliah di Belanda,&#8221;. &#8220;Dan kalau bisa sih&#8230;&#8230; kami jg ingin melangsungkan pernikahan disana,&#8221; ujar Illyana malu-malu.</p>
<p>&#8220;Wow jadi kalian sudah resmi nih? selamat ya..&#8221;. &#8220;Iya Jor, kalau dipikir2 semuanya berkat kamu, coba dulu kamu tidak menyemangati aku mungkin gak bakal seperti ini sekarang&#8221;, sahut Fadil. &#8220;Tapi kenapa harus di Belanda? kan jauh sekali tuh?&#8221; tanyanya. &#8220;yahhh&#8230;.. mau gimana lagi Jor&#8221; jawab Fadil seraya mengangkat bahu. &#8220;Karena di sana pernikahan sesama jenis bisa diakui Jor, kalau di sini adanya kita bakal dituduh kafir&#8221; sambung Illyana. &#8220;Oooo iya juga ya, ya sudah deh, mudah-mudahan kalian bahagia. Maaf ya kalau aku tidak bisa menghadiri pernikahan kalian, mari bersulang&#8221;. Dan mereka kembali larut dalam indahnya persahabatan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/171/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/171/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/171/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/171/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/171/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=171&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/03/27/segiempat-itu-ternyata-tidak-retak/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Baru Anak SMA</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/03/24/ini-baru-anak-sma/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/03/24/ini-baru-anak-sma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 08:17:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Akhir-akhir ini hobi baruku tampaknya semakin menyenangkan. Bergaul dengan anak-anak SMA memang bukan merupakan hal baru. Tapi akan menjadi pengalaman seru ketika kita bergaul dengan mereka tanpa perlu mengungkapkan status kita sebenarnya. Bukan malu atau kenapa, terkadang status akan menghalangi terjadinya peleburan jiwa dalam suatu komunitas  
Tapi kali ini bukan anak2 SMA biasa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhir-akhir ini hobi baruku tampaknya semakin menyenangkan. Bergaul dengan anak-anak SMA memang bukan merupakan hal baru. Tapi akan menjadi pengalaman seru ketika kita bergaul dengan mereka tanpa perlu mengungkapkan status kita sebenarnya. Bukan malu atau kenapa, terkadang status akan menghalangi terjadinya peleburan jiwa dalam suatu komunitas <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi kali ini bukan anak2 SMA biasa yang saya gauli, mereka adalah anak2 yang luar biasa. Saya sampai iri, kenapa anak2 SMAN V Surabya yang katanya sekolah favorit saja tidak bisa begitu. Mereka tidak berasal dari sekolah yang sama ataupun kota yang sama. Pun halnya tidak ada kepentingan yang mempertemukan mereka. Tapi toh akhirnya kita bertemu dan bergumul bersama.</p>
<p>Singkat saja, saya kagum terhadap kejujuran mereka. Kejujuran itu juga diselingi dengan keberanian untuk mengungkapkannya sepahit apapun (orang jujur mungkin banyak, tapi sulit mencari orang jujur yang berani). Kalau saya salah, mereka tidak segan2 mengingatkan bahkan memaki, pun sebaliknya. Tentunya semua itu diiringi dengan pengetahuan yang memadai. Mudah2an mereka akan bertahan begitu sampai menjadi pemimpin sesungguhnya. Keep on fighting guys <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> so nice knowing you all <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/170/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/170/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=170&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/03/24/ini-baru-anak-sma/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Nembak Harus Sadar Diri</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/01/26/mau-nembak-harus-sadar-diri/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/01/26/mau-nembak-harus-sadar-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 10:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Bagi yang sedang atau pernah sekolah, tentu sudah maklum dengan ritual yang namanya ulangan. Ulangan biasanya (dan bodohnya) digunakan untuk mengukur prestasi seorang siswa. Untuk menunjukkan kalau sekolah yang pandai mengeruk harta itu masih memiliki welas asih, biasanya selalu ada kesempatan bagi mereka yang &#8220;bodoh&#8221;. Padahal itu hanya upaya untuk mendongkrak akreditasi  
Dengan standar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bagi yang sedang atau pernah sekolah, tentu sudah maklum dengan ritual yang namanya ulangan. Ulangan biasanya (dan bodohnya) digunakan untuk mengukur prestasi seorang siswa. Untuk menunjukkan kalau sekolah yang pandai mengeruk harta itu masih memiliki welas asih, biasanya selalu ada kesempatan bagi mereka yang &#8220;bodoh&#8221;. Padahal itu hanya upaya untuk mendongkrak akreditasi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dengan standar nilai yang berbeda (antara 50-65), mereka yang memiliki nilai dibawah standar diberi kesempatan untuk mengikuti perbaikan (Her, perbaikan, remedy, dll). Seorang guru yang benar dan adil tentunya paham bahwa sebagus apapun nilai perbaikan, tentunya tidak dapat melebihi nilai mereka yang lolos dari jeratan perbaikan (walaupun ada juga oknum guru-guru gila yang melanggarnya).</p>
<p>Dengan asumsi demikian, maka mereka yang mengikuti perbaikan tidak akan melebihi nilai dari mereka yang tidak mengikuti perbaikan. Sehingga peserta terbaik dari ulangan perbaikan &#8220;kasta&#8221;-nya maksimal adalah sama dengan &#8220;kasta&#8221; terendah dari mereka yang tidak mengikuti perbaikan. Menurut saya memang inilah yang terbaik demi keadilan (kalau memang keadilan masih ada).<span id="more-169"></span></p>
<p>Ceritanya sekitar satu minggu yang lalu saya hendak berangkat menemui seseorang. Dengan hati agak kesal karena SMS untuk seseorang yang sangat penting tidak terkirim (padahal sudah susah payah merampok pulsa) mobil milik kakak saya pacu. belum seratus meter HP saya berbunyi. Rupanya kakak saya yang lain menelepon.</p>
<blockquote><p>Kakak Saya (KS): Dun, kamu tolong cepet ke sini, depannya gapura Trans TV</p>
<p>Saya: Kenapa No?</p>
<p>KS: Mobil saya mogok</p>
<p>Saya: Ok bos</p></blockquote>
<p>Langsung saja mobil saya putar ke arah yang dimaksud. Sesampainya di sana kami memutuskan untuk menarik mobil tersebut karena hujan deras tidak memungkinkan untuk memperbaikinya di tempat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka lampu hazard (dua lampu kedip-kedip) terus dinyalakan.</p>
<p>Baru beberapa ratus meter, ada sebuah sepeda motor berusaha menyalip dari arah kanan. Ibu-ibu yang mengenakan pakaian (disinyalir pakaian dinas PNS) itu hendak menyalip mobil kami dan masuk ke tengah-tengah. Untung kakak saya cepat tanggap dan menghentikan mobil. Kalau terlambat sedikit saja, mungkin kita akan makan PNS penyet untuk menggantikan tempe penyet biasanya.</p>
<p>Sampai, rumah kakak saya yang memang orangnya cuek dan keras langsung memaki-maki sambil tertawa.</p>
<blockquote><p>KS: Dasar PNS gila&#8230;&#8230; untung gak mampus tuh orang</p>
<p>Saya: Dia itu nggak liat lampu hazard ta? emangnya dikira kita rombongan anak muda gila yang suka konvoi waktu tahun baru?</p>
<p>KS: paling juga dia nggak ngerti artinya lampu hazard&#8230; taruhan berapa SIM-nya pasti Nembak. (tertawa)</p></blockquote>
<p>Saya diam-diam tertawa sekaligus malu. Memang &#8220;Nembak&#8221; SIM alias mengurus SIM diluar prosedur resmi sudah bukan rahasia lagi. Sebab bila mengikuti prosedur resmi kita akan melewati serangkaian ujian terlebih dahulu sebelum bisa turun ke jalan. Cara menembak ini juga bermacam-macam. Yang paling umum adalah melalui calo yang tersedia di tempat pengurusan SIM. Sedangkan cara satunya adalah menggunakan jasa sebuah instansi/organisasi untuk melakukan pengurusan SIM kolektif. Cara terakhir inilah yang saya ikuti.</p>
<p>Saya sepenuhnya sadar bahwa cara yang saya tempuh untuk mengurus SIM bukanlah cara yang benar (baca sesuai prosedur). Untuk itulah saya tidak pernah berani menghujat orang-orang yang memilih untuk &#8220;nembak&#8221; SIM. Tapi sebagai anggota kaum &#8220;penembak&#8221; SIM, saya akan selalu mengutuk perilaku para &#8220;penembak&#8221; SIM yang tidak tahu diri.</p>
<p>Bagi saya, sebagai &#8220;penembak&#8221;, sudah selayaknya kita mempelajari peraturan-peraturan lalu lintas yang memang wajib kita ketahui agar tidak memalukan.  Sehingga terkadang saya lebih tahu peraturan lalu lintas daripada teman saya yang mengambil SIM dengan cara halal.</p>
<p>Meskipun begitu, saya tetap sadar diri. Seperti layaknya siswa yang mendapat nilai setelah melalui ujian perbaikan, saya tetap kasta terbawah. Sepaham dan setinggi apapun kemampuan berlalu lintas saya, <i><b>saya tetap tidak lebih baik dari mereka yang mengurus SIM dengan cara halal</b></i>. Tapi setidaknya saya selalu berusaha mendekati batas bawah tersebut agar tidak terlalu malu-maluin.</p>
<p>Hal inilah yang membuat saya benci sekali dengan orang yang tidak tahu diri di jalanan. Apalagi bagi mereka yang SIM-nya &#8220;nembak&#8221;. Sadar diri dong!!!!! sudah dapet SIM-nya nggak halal malah menunjukkan kebodohannya. Makanya saya paling benci sekaligus malu kalau melihat mereka yang belum cukup umur, punya SIM (yang sudah pasti hasil &#8220;nembak&#8221;), dan ugal-ugalan di jalanan (apalagi masih pakai seragam&#8230;. dimana sih otak orang tuanya?). Tahu diri sedikit dong, jangan bikin kami (tukang &#8220;nembak&#8221; SIM) yang sudah malu ini tambah malu&#8230;&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/169/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/169/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=169&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/01/26/mau-nembak-harus-sadar-diri/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Terkutuklah Kau SMS</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/01/21/terkutuklah-kau-sms/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/01/21/terkutuklah-kau-sms/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jan 2008 16:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/2008/01/21/terkutuklah-kau-sms/</guid>
		<description><![CDATA[SMS (Short Message Service) memang sangat berguna. Kalau kita tidak punya cukup banyak pulsa untuk menelepon, jadilah SMS. Selain komunikasi, sarana ini juga bisa digunakan untuk komunikasi satu arah alias hanya memberi informasi. Tapi buat orang-orang yang tidak punya pulsa seperti saya (setidaknya dua minggu terakhir ini) SMS betul-betul lebih berbahaya dari perselingkuhan.
Kalau untuk menyampaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>SMS (Short Message Service) memang sangat berguna. Kalau kita tidak punya cukup banyak pulsa untuk menelepon, jadilah SMS. Selain komunikasi, sarana ini juga bisa digunakan untuk komunikasi satu arah alias hanya memberi informasi. Tapi buat orang-orang yang tidak punya pulsa seperti saya (setidaknya dua minggu terakhir ini) SMS betul-betul lebih berbahaya dari perselingkuhan.<span id="more-168"></span></p>
<p>Kalau untuk menyampaikan berita, SMS memang sangat berguna. Tapi semuanya baru terasa ketika SMS digunakan untuk berkomunikasi alias butuh balasan. Memang tidak punya pulsa bukan alasan sih, karena kita selalu punya fren (fren, bagi pulsa fren <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> ). Masalahnya kenapa SMS yang butuh dibalas selalu datang waktu saya sedang sendirian?</p>
<p>Dulu waktu kuliah sih enak, sepanjang mata memandang selalu ada orang dengan Handphone yang bisa dipalak pulsanya. Tapi sekarang? haduuuuuuuuh, pusing dah.  Yang jelas saya sudah mengecewakan sedikitnya tiga orang gara-gara SMS-nya tidak saya balas. Walaupun mereka belum bilang ke saya sih, tapi sudah pasti mereka akan kecewa berat. Gimana ya? adakah yang mau memberi saya pulsa?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/168/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/168/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=168&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/01/21/terkutuklah-kau-sms/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Miss U Guys</title>
		<link>http://mardun.wordpress.com/2008/01/08/miss-u-guys/</link>
		<comments>http://mardun.wordpress.com/2008/01/08/miss-u-guys/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 13:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mardun</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Suara Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mardun.wordpress.com/2008/01/08/miss-u-guys/</guid>
		<description><![CDATA[

 Miss U Guys so Much&#8230;&#8230;. Especially Number 19
       ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://mardun.files.wordpress.com/2008/01/dsc00210.jpg" title="dsc00210.jpg"></a></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://mardun.files.wordpress.com/2008/01/dsc00210.jpg" title="dsc00210.jpg"><img src="http://mardun.files.wordpress.com/2008/01/dsc00210.jpg" alt="dsc00210.jpg" /></a></div>
<p align="center"> Miss U Guys so Much&#8230;&#8230;. Especially Number 19</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/mardun.wordpress.com/167/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/mardun.wordpress.com/167/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mardun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mardun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mardun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mardun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mardun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mardun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mardun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mardun.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mardun.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mardun.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mardun.wordpress.com&blog=51630&post=167&subd=mardun&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mardun.wordpress.com/2008/01/08/miss-u-guys/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/mardun-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mardun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mardun.files.wordpress.com/2008/01/dsc00210.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dsc00210.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>