Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus pelajar? kayaknya sih bukan ide buruk. Apalagi kalau melihat seragam-seragam sekolah yang sekarang sering berkeliaran di jalan raya. Kalau memang secara fisik sudah memadai, kenapa tidak sekalian saja dibuatkan SIM?.
Mungkin bagi orang-orang hal seperti ini dianggap biasa saja, tapi akan sangat lucu dan mengherankan melihat begitu banyaknya pengedara mobil/motor berseragam sekolah di jalan yang tidak punya SIM. Lebih herannya lagi ketika aparat yang berkait (kayaknya sih Polisi) justru cenderung “memaklumi”. Tuduhan tidak berdasar? silakan saja lihat sendiri. Betapa seringnya anak berseragam SMP (yang hampir pasti belum cukup umur untuk punya SIM) berkendara melewati pak polisi di pinggir jalan dan beliaunya diam saja. Beberapa kali juga ketika ada razia mereka yang berseragam dilepaskan meski tidak punya SIM. Meskipun dalam sebagian kasus ada juga yang tidak dilepaskan.
Ketika aparat sudah tampak seolah-olah “memaklumi”, apalagi masyarakat sekitar. Bahkan para orang tua yang kebanyakan duit dengan cueknya membelikan mobil/motor untuk anak mereka yang masih belum punya SIM. Sekolah yang konon katanya sebagai lembaga pendidikan justru memfasilitasi para pengendara ilegal tersebut dengan tempat parkir (yang bahkan sering justru mengorbankan lapangan untuk olahraga
). Sekolah justru secara tidak langsung memfasilitasi para siswanya untuk melanggar hukum.
Saya memang bukan sarjana hukum, jadi saya tidak tahu apakah ada regulasi atau aturan khusus tentang berkendara yang mengatur soal pelajar. Tapi kalaupun ada, tetap saja berkendara tanpa SIM itu berbahaya. Memang nggak berdosa sih, saya rasa tidak ada dosanya dengan tidak punya SIM. Tapi kalau tabiat seperti itu dibiarkan, bisa memicu orang lain untuk malas bikin SIM (lumayan kan ongkos bikin SIM buat jajan di warung).
Daripada semuanya masih serba “seolah-olah”, aparat dan masyarakat “seolah-olah” memaklumi para pelajar yang berkendara tanpa SIM (Kalau yang punya SIM, terlepas asli ato aspal, ya gak masalah), bukankah lebih baik kalau semuanya dibuat jelas saja hitam-putihnya. Apa sih susahnya membuatkan SIM khusus pelajar? Atau turunkan saja standar SIM C yang 16 tahun menjadi 13 tahun sekalian
.
Memang usul ngawur sih, sebab memang untuk berkendara, bukan cuma kemampuan fisik saja yang dibutuhkan. Ada juga pertimbangan-pertimbangan emosional yang diperkirakan (mungkin loh ya) belum bisa dicukupi oleh anak berumur dibawah 16 tahun. Tapi mengeluarkan SIM khusus pelajar akan lebih baik daripada membiarkan para orang tua menganjurkan anaknya melawan hukum (membelikan kendaraan). Lebih baik juga dibandingkan membiarkan sekolah dan para guru (pendidik book, wakil orang tua ngakunya) mendukung siswanya melawan hukum (memfasilitasi tempat parkir).
Tapi tentunya masih ada pilihan lain sih, opsi lain yang saya yakin pasti tidak akan disetujui oleh mereka yang terlanjur punya kendaraan dan terlanjur bikinin tempat parkir (bahkan nyewa juru parkir). Yaitu tegakkan peraturan tanpa pandang seragam
. Meskipun berseragam sekolah kalau gak punya SIM ya tilang aja. Enak kan, cukup nongkrong di depan SMP ato SMA paling juga satu buku tilang langsung abis dalam sehari buat nilang. Dijamin kalo cara ini diterapkan bakal rame deh
. Kalau nggak mau rame-rame ya mending bikinin aja SIM khusus pelajar hehehe.








nambahin juga tuh, SIM khusus supporter, SIM khusus simpatisan partai/caleg, SIM khusus pelayat orang meninggal, SIM khusus pembawa kendaraan karnaval, dll dll
btw… pertamaxxx
hwadow… mungkin itu kira-kira alesannya gak ada SIM khusus pelajar.. takut yang lain minta wkwkkwkw
btw.. Kep, kep, pertamax kok di blog pinggiran, ya jelas dapet lah.. pertamax tuh di blog seleb baru ada bangga-bangganya wkkwkwkw
loh aku rasa kamu kan wes jadi seleb blog merangkap calon … (3 kata yang kamu ancam tidak boleh aku sebarkan) :p
Pengalaman ditilang waktu jadi pelajar ta mas?
#dr
hayo.. hayo… arep golek perkoro… ingat, jangan menyebut kata-kata yang tidak boleh disebut
#sari
…..
ditilang? masa sekolah naik Sepeda pancal sama kaki masih ditilang
kalo saia setuju pelajar itu ditilang bila gunain motor ato kendaraan itu hanya untuk pamer ma temen” mereka dan buat bolos sekolah!
Tapi saia gak setuju kalo pelajar yang rajin, yang karena rumahnya jauh banget dari seolah dan jarang banget neko” ditilang hanya karena gak punya sim!!
Btw, bagus nih artikle
salam kenal
http://reatheryan.co.cc
sedikit setuju, sedikit tidak . hhee
se(6+1), tapi lebih se7 kalo dilarang aja tuh anak kecil main dijalanan
Tilang ae lah!
*kesal gara2 sering nyaris ditabrak motor waktu nyeberang termasuk di jembatan penyebrangan*
#treante
makanya mending buatin SIM khusus aja
salam kenal juga
#Rivanlee
haha, gpp sedikit-sedikit, jgn kebablasan aja
#scouteng
buset, kalo main di jalanan orang dewasa juga gak boleh mas ^^
#dnial
lah daripada nilang di jalan kan mending ikut usulku… tungguin depan gerbang sekolah…. keluar bawa motor langsung berhentiin wkwkwkkw
kayaknya sim untuk pelajar dibutuhkan.. tapi sebaiknya sim itu dapat dijadikan sarana untuk pembinaan, banyak anak sekolahan yang pengen terlihat jago malah sering ugal-ugalan dijalan jadi yah… sim ini juga sebagai kontrol gitu kali yah
*kok serius amit*
Ide bagus tuh ada sim pelajar, daripada nyuri2 umur.. bikin SIM dengan men-tuwek-kan umur..
@om almas
ya gitu deh om, meskipun SIM khusus ya tetep harus ada kriteria tesnya ^^
@aryu
hahaha, ternyata dimana-mana sama
wah bagus juga kalo pelajar punya SIM, jadi bisa berangkat seolah tanpa harus terlambat lagi nih…tx ya infonya….
tapi gimana cara bikin SIM pelajar…..?