Segiempat Itu Ternyata Tidak Retak

Jorta masih melirik jam dinding yang tergantung di tembok. 15 menit lagi dia akan segera pulang menjemput kebebasan. Surat pengunduran diri yang diserahkannya pada Ibu Feline telah membuka kunci kebebasannya. Tidak lama lagi pekerjaan yang menantang hati nuraninya itu akan segera menjadi bagian masa lalu.

Yang terlintas melalui segumpal daging dalam kepalanya hanya satu pikiran. “Besok aku mau tidur seharian”, pikirnya. Hari sudah menjelang tengah malam saat Jorta menaiki kasur yang pernah ditidurinya bersama vivie, mantan pacarnya, dan kemudian tidur. sepatu converse yang setia menemaninya bekerja masih tetap terpasang tanpa sempat dilepasnya.

Namun niat balas dendamnya tidak terlaksana. Belum 20 jam tidur, tiba-tiba HP-nya berbunyi. Rupanya ada SMS dari Athaliani, teman kuliahnya dulu. Athaliani mengajaknya untuk mengikuti acara silaturahmi bersama Fadil dan Ilyana, dua temannya yang lain. Jorta sebenarnya ragu2 karena dia masih ada masalah dengan mereka berdua. Ingatannya kembali menerawang ke masa dua tahun silam saat mereka sama2 menduduki tingkat akhir di universitas.

“Jor, aku boleh tanya?”, kata fadil tiba2 menyela kesibukannya membuka situs porno. Jorta pun heran, lebih heran lagi ketika melihat wajah serius si Fadil menatapnya. setelah menutup gambar perempuan telanjang itu dia kemudian menyahut. “Tanya aja, emangnya ada apa?” . “Gini Jor, si Yana tuh menarik banget ya..” ujar Fadil sambil tersipu-sipu. Langsung tawa Jorta meledak seketika. “Lah kalo kamu suka hajar aja dil, ngapain takut”. “Bener nih gak papa? entar org2 pada sirik lagi”, ujarnya ragu2. “Udah sante aja Dil, gw dukung elo kok”, tukasnya sambil menepuk2 pundak sahabatnya itu.

“Jortaa, aku mau bicara,” kata Ilyana dingin. “Kamu ngomong apa sama si Fadil? kamu pikir aku ini apaan? kamu jangan berlagak jadi mak comblang deh”, cerocos Ilyana membombardir Jorta. Tanpa memberi kesempatan menjawab Ilyana pun pergi begitu saja. Itulah saat terakhir Jorta bertegur sapa dengan Illyana. Untunglah dia sudah bersiap2 saat menerima gelombang kedua yang datang dari Fadil. Fadil mengeluhkan kalau Ilyana marah2 akibat perbuatannya yang menuruti saran Jorta. Akhirnya dia hanya bisa menghibur diri dengan situs porno yang tidak akan bisa dinikmatinya lagi setelah bulan April tahun ini.

Akhirnya pada hari yang ditentukan suar klakson mobil Athaliani membangunkannya. Setelah mandi bebek dan sarapan sekedarnya, mereka segera berangkat menuju tempat yang telah dijanjikan. Rupanya Fadil dan Illyana sudah terlebih dahulu menunggu di sana. Mereka tampak bercengkerama dengan mesra. Tak terkira bahagia Jorta ketika mereka berdua menyapanya dengan ramah seolah-olah tidak pernah ada masalah. Mereka pun ngobrol dengan akrab seperti layaknya masih kuliah dulu.

“Gimana Jor, pekerjaanmu?” Tanya Ilyana. “Sudah keluar, baru aja kemarin Yan, biasa… gak cocok sama perasaan” jawabnya meringis. “Zzzz km tetap tidak berubah Jor,” tuding Fadil yang disahut tawa mereka berempat. “Oh iya, gimana rencana kalian setelah ini,” celetuk Jorta sambil mengedipkan mata. “Ya… gimana ya? kami sih sedang mencari beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Belanda,”. “Dan kalau bisa sih…… kami jg ingin melangsungkan pernikahan disana,” ujar Illyana malu-malu.

“Wow jadi kalian sudah resmi nih? selamat ya..”. “Iya Jor, kalau dipikir2 semuanya berkat kamu, coba dulu kamu tidak menyemangati aku mungkin gak bakal seperti ini sekarang”, sahut Fadil. “Tapi kenapa harus di Belanda? kan jauh sekali tuh?” tanyanya. “yahhh….. mau gimana lagi Jor” jawab Fadil seraya mengangkat bahu. “Karena di sana pernikahan sesama jenis bisa diakui Jor, kalau di sini adanya kita bakal dituduh kafir” sambung Illyana. “Oooo iya juga ya, ya sudah deh, mudah-mudahan kalian bahagia. Maaf ya kalau aku tidak bisa menghadiri pernikahan kalian, mari bersulang”. Dan mereka kembali larut dalam indahnya persahabatan.

11 Tanggapan ke “Segiempat Itu Ternyata Tidak Retak”


  1. 1 calonorangtenarsedunia Maret 27, 2008 pukul 8:14 am

    Hoh??

    Itu sesama jenis? Kirain Ilyana nama cewek.!

    Tapi si Fadil emang homo kok. :mrgreen:

  2. 2 Dimas Maret 27, 2008 pukul 2:48 pm

    wakakaka…. daku bacanya serius, ternyata endingnya… *siul siul sambil ngeloyor*

  3. 3 Teno Maret 27, 2008 pukul 6:09 pm

    Dun, awakmu wis mulai terpengaruh untuk disorientasi seksual ta? Aduh, amit-amit…. jabang bayi!!!

  4. 4 mardun Maret 27, 2008 pukul 7:18 pm

    #calonorangtenarsedunia#
    fadil siapa ya yang homo? *siul siul*

    #dimas#
    kenapa endingnya mas? :D

    #Teno#
    Santai no, sih normal kok aku. aku masih lebih milih avatar comment paling atas daripada sesama laki2 :D

  5. 5 aRuL Maret 27, 2008 pukul 10:55 pm

    wekz….. saya koq ndak mudeng segiempatnya itu yang mana?
    btw kayaknya ini cerita asli bulan depankan april :D
    waduh diakhirnya koq kayak gitu :D

  6. 6 deteksi Maret 28, 2008 pukul 12:33 am

    wew.. kaum nabi luth mulai bermunculan bak jamur di musim hujan..

  7. 7 cK Maret 28, 2008 pukul 12:46 pm

    walah…jangan-jangan ini ini pengalamanmu? :D

  8. 8 cK Maret 28, 2008 pukul 12:51 pm

    duh…kok jadi dobel gitu? :-?
    ah sutralah…

    *emang niat nyela doank*

  9. 9 Hendrawan Maret 28, 2008 pukul 8:53 pm

    Mardi = Fadil
    Ah… Sama2 5 huruf, mengandung suku kata ‘di’ dan huruf ‘a’ :P
    Kesimpulan sementara.. Yah.. Begitu lah kira2

  10. 10 dnial Maret 29, 2008 pukul 6:37 am

    Segiempat kok cuman 3 tokoh utamanya?
    Aneh….

  11. 11 alief03 April 12, 2008 pukul 1:56 pm

    Baca endingnya jadi merinding :D

Tinggalkan Balasan




This Blog Has Been Read

  • 42,761 TImes Already
I am Kakashi! I am ichigo! I am Krillen! KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

 

Maret 2008
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31