Tanggalan di Shiseiten sudah menunjukkan 4 Januari 2008. Sudah sangat terlambat bin basi untuk menulis postingan yang berhubungan dengan tahun baru. Tapi mumpung lagi dapat koneksi yang cukup kuat untuk login di wordpress yah gpp deh. Saya cuma ingin mengungkapkan betapa tahun baru yang biasanya tidak berarti apa-apa entah kenapa tahun ini jadi begitu berarti. Begitu banyak yang berubah, dan sebaliknya juga masih cukup banyak yang tidak berubah.
Dua hari sebelum tahun baru tiba-tiba Handphone saya (yang cuma bisa menerima karena tidak ada pulsanya
) berbunyi. Rupanya SMS tersebut adalah undangan untuk merayakan malam tahun baru bersama “Teman-teman lama” plus ada acara setelahnya. Karena penasaran dengan acara setelahnya, akhirnya saya memutuskan untuk membatalkan acara-acara tahun baruan yang lain dan mengikuti undangan tersebut.
31 Desember 2008 21.30 WKI, saya datang ke tempat yang dijanjikan. Rupanya sudah banyak sekali yang datang. Saya dan beberapa teman lain yang masih muda jadi sukarelawan untuk membakar kambing yang menjadi hidangan utama. Dasarnya kangen, akhirnya kita lebih banyak bercanda dan bersenda gurau. Akhirnya sampai hampir tengah malam kambing tersebut belum sukses terbakar, belum lagi ditambah guyuran hujan yang iseng (mungkin kiriman dari pawang-pawang di tengah kota
).
Nevertheless, hidangan tidak penting. Toh waktu makan saya tidak ikut mengambil bagian. Bukan karena sok diet, tapi karena sudah terlalu banyak mencicipi sewaktu membakar
. Setelah makan barulah kita semua lesehan dan memulai acara sebenarnya. Acara tersebut juga sempat diwarnai penampakan dari Hantu Kecil yang berkeliaran malam-malam.
Intinya sih bukan acaranya (walaupun acaranya memang penting). Tapi saya cuma kagum melihat orang-orang yang datang malam itu. Mereka masih belum berubah (in some ways). Mereka masih tetap menjadi orang yang sama seperti yang saya tahu (kalau boleh dibilang kenal) dulu. Memang sih, dari pakaian kelihatan kalau mereka berubah (peningkatan kualitas hidup). Dari ukuran perut juga kelihatan sekali adanya perubahan
. Tapi tingkah laku dan isi kepalanya mungkin hampir tidak berubah.
Mereka bisa bertahan untuk tetap (kelihatan dan terdengar) tidak berubah di tengah-tengah lingkungan pekerjaan mereka. Bayangkan saja seorang tokoh yang setiap hari namanya bisa dibaca di koran se-Indonesia bertingkah seperti seorang mahasiswa. Dia datang dengan tertawa, pisuh-pisuhan dengan teman-temannya, bercanda seperti anak muda, dan tanpa sungkan-sungkan duduk di lantai. Bahkan ketika berbicara, sama sekali tidak ada tanda-tanda erosi oleh zaman dalam pemikiran mereka. Ckckckck *tepuk tangan*
Yah, setidaknya tahun baru kali ini memberi saya makna yang sangat besar. Ketika banyak orang di sekitar saya yang berubah. Ketika saya mulai berpikir untuk ikut berubah. Ternyata saya dipertemukan dengan mereka (lagi). Pertemuan yang berlanjut sampai pagi tersebut membuat saya sadar bahwa masih banyak orang yang tidak berubah. Seminggu sebelumnya saya juga bertemu dengan teman dari Jakarta yang sama belum berubahnya. Dia juga menceritakan bahwa teman-teman di sana juga sebagian masih tetap belum berubah. So I’m Glad We’re Still The Same.
N.B Tentunya bukan cuma hal baik saja yang ada. Tindakan-tindakan bodoh nan pengecut saya tahun lalu juga masih membekas. Tapi It’s the past, Not Everyone have the right for forgiveness, but Everyone have the right for another chance.








kurang ajar!
kok hantu kecil’e ngelink ke aku?
*bakar rambute mardun
*
tapi… okelah… gavava… itu kan cara lain fans mengungkapkan kekagumannya pada sang idola…
biarkan…akuu…hetrik…
Slamat kumpul2.. buat chiw, cocok kok sebutannya.. btw, met tahun baru mas! lama tak sua! hahahahahaha
Waw, udah balik sekarang? Cool
Yupe, aku setuju, past was past, kita bisa belajar dari situ. Dan setiap orang memiliki kesempatan yang kedua
mas udah balik yah?
moga tahun 2008nya makin sukses yah.
*jambak rambute mardun & gempur*
akhirnya..
*feluk bang mardun*
Selamat datang di dunia nyata
Salam kenal!
well, i’m glad we’re the same..
kalau berubah
model rambutjadi yang lebih baik gimana??yup yup, everyone have another chance..
Dan semoga “kenakalan” itu abadi.
#chiw#
habis yang lewat waktu itu kan emang kamu
#gempur#
betul mas, siwi itu memang seperti hantu, selalu ada di mana-mana
#extremusmilitis#
ya gitu deh, cuma kalo kesempatan ketiga dan seterusnya ada juga nggak ya?
#Hoek#
*balas peluk Hoek#
#Mardies#
salam kenal balik
#calonorangtenarsedunia#
maksudnya? sama apanya ya? menyukai perempuan yang sama?
#ck#
berubah lebih baik gimana? jadi panjang dan indah gitu?
#Teno#
amiiiiin, kalau nggak ada yang nakal nggak seru he3x
saya juga masih sama…
aku juga masih seperti yang dulu, menunggumu sampai akhir hidupku … … … dst
kayaknya yang paling nggak berubah itu kamu dun, kalo diliat dari statistik paling banyak ngambil sate!
tenang dun…kalo diliat2..kamu gak berubah kok, semuanya, cara makan, cara misuh, cara nyengir, cara ngroko..masih madun yang dulu…hahahaha..btw lek nge-link-no aku nang wordpress ae..
#niez#
sama apanya ya?
#Juned#
wah wah wah, puisi nih mas?
#tomy#
itu sih pengawasnya aja yang dodol
#Nelly#
makaciiih Nelly…….