Bagi yang sedang atau pernah sekolah, tentu sudah maklum dengan ritual yang namanya ulangan. Ulangan biasanya (dan bodohnya) digunakan untuk mengukur prestasi seorang siswa. Untuk menunjukkan kalau sekolah yang pandai mengeruk harta itu masih memiliki welas asih, biasanya selalu ada kesempatan bagi mereka yang “bodoh”. Padahal itu hanya upaya untuk mendongkrak akreditasi
Dengan standar nilai yang berbeda (antara 50-65), mereka yang memiliki nilai dibawah standar diberi kesempatan untuk mengikuti perbaikan (Her, perbaikan, remedy, dll). Seorang guru yang benar dan adil tentunya paham bahwa sebagus apapun nilai perbaikan, tentunya tidak dapat melebihi nilai mereka yang lolos dari jeratan perbaikan (walaupun ada juga oknum guru-guru gila yang melanggarnya).
Dengan asumsi demikian, maka mereka yang mengikuti perbaikan tidak akan melebihi nilai dari mereka yang tidak mengikuti perbaikan. Sehingga peserta terbaik dari ulangan perbaikan “kasta”-nya maksimal adalah sama dengan “kasta” terendah dari mereka yang tidak mengikuti perbaikan. Menurut saya memang inilah yang terbaik demi keadilan (kalau memang keadilan masih ada). Apa hubungannya dengan Nembak?









Yang Baru Komen