“Mber…. kapan kamu berangkat?” tanya Valentino pada Amber. Pria muda itu tampak begitu memperhatikan gadis yang sudah lima tahun lebih jadi temannya. Dengan tampang cuek Amber menjawab “Besok Pagi,”. Val pun menawarkan dirinya untuk mengantar Amber ke stasiun. Dan untuk pertama kalinya Amber mengiyakan tawaran tersebut. Kalau bukan karena citranya sebagai cowok pendiam dan cool mungkin Val sudah melonjak kegirangan. Wajar saja, diam-diam dia memang naksir dengan teman yang namanya mirip dengan kota asalnya tersebut. Nama itu juga serasi dengan teduhnya suasana rumah Amber yang pernah dikunjunginya.
Buzz!!! tiba-tiba sebuah nama yang tidak disangka nongol di layar komputer Val. Rupanya Amber mengajaknya chatting. Moodnya yang sudah jatuh karena beberapa hari tidak mencium bau Amber seketika naik lagi. “Ada apa Mber?” ketiknya basa-basi sambil senyum-senyum sendiri.
amber_rose: eh aku boleh tanya?
val_vinsai: apa?
amber_rose: kamu kan co’
val_vinsai: ya…..
amber_rose: kalau ada cewek yang perhatian sama kamu sikapmu gimana?
Hampir saja keyboardnya rusak dibanting karena senangnya. Val pun menjawab dengan gaya bak seorang gentleman sejati. Bercerita panjang lebar soal sikapnya yang akan tetap tenang dan tidak terburu-buru. Padahal pengalamannya menghadapi hal seperti itu bisa dihitung dengan jari. Val benar-benar dikuasai rasa geer-nya, dia terus menguatkan sugestinya kalau ini hanya akal-akalan Amber untuk memancingnya. Sampai rentetan tulisan Amber menyela lamunannya.
amber_rose: gini lho val, sebenernya aku naksir sama temen kantorku
amber_rose: memang beda perusahaan sih, tapi satu gedung
amber_rose: dia di lantai 23, aku di lantai 3
amber_rose: entah kenapa aku kok kepikiran dia terus ya?
amber_rose: awalnya sih cuma ketemu di lift
amber_rose: terus ya gitu deh…..
Hahahaha…. Val hanya tertawa seperti ikon “:))” yang ditulisnya, tapi tertawanya bisa membuat semut di sekitarnya berpikir untuk mengontrak koloni baru. Tertawa yang penuh kesedihan. Lagi-lagi dia melewatkan kesempatan untuk mendapatkan pujaan hatinya. Dua tahun yang dilewatkannya dalam penantian menunggu Amber putus dengan pacarnya kembali terbayang. Lagi-lagi penantiannya sia-sia.
Namun rupanya citra sebagai cowok cool bukan datang tanpa alasan. Val tetap memberikan pendapatnya pada Amber dengan tulus. Bahkan di akhir percakapannya dia menutup dengan kata-kata yang sebetulnya tidak ingin dituliskannya. Kata-kata yang jauh lebih menyakiti perasaannya. Tapi toh jari-jarinya tetap menulis. Mungkin hanya tuts keyboard yang bisa merasakan beratnya beban Val saat mengetik kalimat-kalimat terakhirnya malam itu.
val_vinsai: ok Mber?
val_vinsai: siap berjuang ?
amber_rose: oke deh
val_vinsai: tak doakan sukses
amber_rose: insy
amber_rose: hehe
val_vinsai: pokoknya jangan lupa traktirannya
val_vinsai:
amber_rose: trims ya sarannya Val
amber_rose:)
val_vinsai: kamu selalu bisa cerita sama aku kapanpun kok Mber
amber_rose: iya val
val_vinsai: aku pergi dulu ya Mber
amber_rose: sipp
amber_rose: ok
amber_rose: titidj
Akhirnya Val mengambil mantel dan payung setianya. Tidak lupa sebungkus rokok berdebu yang terakhir disentuhnya tiga bulan yang lalu juga masuk ke kantongnya. Enam batang rokok itu kembali menemani kesedihannya di tengah hujan deras. Begitu pula dengan batang demi batang rokok berikutnya. Rokok-rokok itu juga yang sudah menemani hari-harinya sampai Valentino memutuskan untuk berhenti merokok. Sambil mengamati hujan dari warung di pinggir jalan Val kembali menatap bungkus rokoknya. Kenangan enam batang rokok terakhirnya tiga bulan yang lalu kembali terbayang. Enam batang itu dihabiskannya di Bandara bersama Fredy dan Haryo.
Masing-masing menghisap dua batang. Mereka berpisah setelah dua tahun bersahabat. Dua batang rokok itu dihabiskannya untuk melepas kepergian mereka, Fredy pulang untuk seterusnya ke Samarinda dan Haryo berangkat ke kantor barunya di Sorong. Menghela nafas panjang, Val membuang batang rokok terakhirnya ke tengah hujan dan melangkah pulang. Tidak lupa berbalik karena payungnya ketinggalan.








fiksi? ato kisah nyata?
setengah bungkus rokok surya atawa Djarum super ?
koyok temenan ngene rek ceritane…
*liat coment no1* fiksi ato gag yaa??
Cerita-nya…Begitu menyentuh…Begitu membuat asa melayang…
Dan, hanya satu kalimat yang ingin aku kata-kan, satu saja:
*ter-tunduk mem-bayang-kan diri sendiri*
eh fiksi?
ah ya…
enam batang rokok untuk menikmati fahitna hiduf……
fiuhhh
eh..
“Tidak lupa berbalik karena payungnya ketinggalan.”
ko saia jadi nonsense yak?
ya, seperti itu. tepat seperti itu !!
Masih Jomblo sampe sekarang Oom?
omongo val, dunia tak selebar daun kelor. perbandingannya 1:6, so nyante ajaaaaa
Hmm… ini kalau di blog-ku, tokoh Val bakal jadi kata ganti “saya” atau “aku”, dan Amber akan menjadi “dia”
Narasi yang keren, mas mardun
Kisah aslinya kayak gimana, dun?
kikikiki….
eh itu Y!Mnya aku add ya
makanya, jadi cowok jangan terlalu cool. hilang khan kesempatan dapetin tuh cewek…
#calonorangtenarsedunia#
fiksi….. jangan dengarkan Daniel
#Almascatie#
hmmmm….. enaknya sih Gudang Garam Surya aja ya? Selera Pemberian
#alief#
waw…. terima kasih atas pujiannya
#sarah#
fiksi mbak, beneran
#extremusmilitis#
kenapa bro? pernah mengalami ya?
#Hoek#
enam batang rokok untuk menikmati pahitnya hidup? wah kata-katamu menyentuh sekali kawand
#nieznaniez#
maksudnya???
#Payjo#
yang jelas cerita itu fiksi *ngotot*
Off the record
#De#
hahaha mbak Dena bisa aja. Perbandingannya 1:6, tapi kalau yang 6 nggak mau semua gimana?
#Galih#
makasih…. tapi btw,
kamu merokok Lih?
#dnial#
Fiksiiiiiiiii
#Celo#
coba aja kalo ada
#ck#
harusnya ramah dan baik hati seperti aku ya Chik?
jadi kesempatanku belum hilang kan?
trus ceweknya udah jadian blon sama cowok yg ditaksirnya???
#mardun:
maksudnya corak ceritanya dun… soal laki-laki yang kecewa karena wanita
Rokok? Hahahaha
Ternyata masih bisa asyik untuk menemani pikiran dan perasaan yang sedang diburu kecemasan, kerinduan, kegelisahan, kesibukan, dll, yak, Mas Mardun!
*Numpang OOT. Wah headernya mantap banget, Mas!*
Mari qt lanjutkan semangat para pahlawan”Mati Satu Tumbuh Seribu”
Nggak cuma enam.
he he… kadang kadang rokok memang bisa jadi kawan setia
waduh, dun..
tibake awakmu: wajah PKI hati PKK!
dasar, roman manis muka iblis!
wakakakakak..
*teringat warna itu
kamu tu kenapa ga jujur aja to, mas ?? knapa harus mempublikasikan pembicaraan YM kita ?? aku kan malu…
sepertinya kita harus bicara…
maaf ya, membuatmu sakit…
aku bener2 gatau ternyata sebegini dalemnya perasaanmu. aku kira kamu bener2 melihatku sebagai “sahabat”…
*menangis tersedu-sedu
klo gitu mau belajar ngeroko’ dulu ah
nice story dun.
rokoooooookkkk… busyet, banyak banget kenanganku bersama rokok.. makasih mas, telah mengingatkanku pada cerita pertama saya meroko dulu..
wakakakakakakakakakak
curhat kah?
Ceritanya menarik. Ketahuan nih yang suka ngerokok, he he he. Bercanda yach.
trus siapa yang mati dalam cerita ini? yang jahat siapa? inspektur khan jadi datang diasaat genting? trus dia gebug penjahatnya pake pukulan swing tangan dua apa ga? heeehhh amber dan val jadi joget dengan lagu kangen band gak? -just another stupid comment- eniwei, gut storey! liwat posting mas mardun saya jadi berhati2 pake emo
) ..
#bayou_oo#
pinginnya ceritanya jadi gimana lho? saya sih belum mikirin
#galih#
kita senasib, kamu nggak mau buatkan cerita buat aku ?
owalah… pantes
#sawali#
wah, suka gambar begituan ya pak?
soal rokok, buat perokok mungkin gitu pak, tapi ada juga teman saya yang setia sama satu set kartunya yang dibawa kemana-mana (untuk menemani saat stress)
#adithink#
pahlawannya rokok maksudnya?
#fortynine#
betul….betul…
#rachmad hidayat#
ini cuma fiktiiiiiiiiif…..
#amber#
????????? *celingak celinguk cari Val*
#nRa#
makasih Zan, btw kalau kamu merokok bukan aku yang ngajari lho ya
#gempur#
hooooo….. sepertinya kenangannya manis sekali tuh
#imil#
enggak, fiksi
#Hanna#
makasih mbak….
#johan asa#
ini bukan film India
oooh, ketahuan ya… kamu pasti sering pake emo itu untuk aneh-aneh
wekekeke… kok koyok kuce kuce hotahe ngene tah Dun?
pengalaman pribadi yo?
merokok dapat menyebabkan impotensi…
baru nyandak ceritanya… kalo kamu bilang tadi diatas itu fiktif, trus dapet inspirasi darimana?
saya…kalo saya punya kisah dengan 3 batang rokok yang dilintingkan sendiri sama seorang cewek
si siwipekok itu tau oknumnya yang mana
ooo…pasti asalnya dari jember ya? jadi inget temen cewek di kampus yg lagaknya kayak preman, dan selalu diledek sebagai “jember utara” (coba deh, disingkat)
dan terakhir, sedikit promosi link sehubungan dgn tragedi di atas:
http://joesatch.wordpress.com/2006/09/05/ikuti-kata-hatimu-persetan-dengan-pacarnya/
Huehehe, saya tahu bagaimana rasanya sakit seperti itu
) Saya juga tahu bagaimana rokok tiba-tiba jadi tampak sangat menggoda.
playlistnya mardun pasti lagu bunuh diri semua
pasti mardun lagi ngakak-ngakak..
satu rahasia percintaan orang lain dibongkar dimuka umum.
yah, memang begitulah kebiasaan mardun..
gak pernah puas kalo ada orang jatuh cinta.
eh dun, iki critane tentang sopo? >:)
#nyonya 49#
ini cerita fiksi *siul siul*
#klikiri#
betul betul…
#dr#
inspirasinya dari …… ada deh
#Guh#
tapi sampai sekarang belum tergoda kan?
#celo#
nggak separah itu kaleeeee…..
#rachmad hidayat#
ini cerita fiksi mas… kok geer banget sih
atau mas sengaja memancing saya supaya menuliskan kisah cinta sampeyan di sini? sama yang mana mas enaknya?
yang itu atau yang itu…. atau sama yang dulu?
#shelling ford#
kok commentnya kecantol moderation ya? apa gara-gara kebanyakan link?
btw….. soal jember utara, singkatannya Unjemra kan?
*siul-siul*
terus rokok lintingannya sekarang nasibnya gimana Joe?
jadi Amber itu si Naniez?
jadi val nya kerja di mana mas?
#mataharicinta#
waduh… masih belum saya pikirkan lanjutannya mbak