Kenalkan, aku seorang penjaga kebun binatang. Sebut saja namaku Donald, mirip seorang tokoh kartun kan? tapi entah kenapa aku jadi sangat terbiasa dengan panggilan itu. Aku bekerja di sebuah kebun binatang. Kebun binatang tempatku bekerja tidak semegah kebun binatang Ragunan ataupun Taman Safari. Meskipun begitu, bagiku kebun binatang tersebut sangat berarti. Karena meskipun tidak semua orang tahu, sebenarnya kebun binatang itu milikku.
Memang secara de yure kebun binatang itu belum bukan milikku. Setiap harinya ada banyaaaaaaak sekali orang yang datang berkunjung. Ada yang datang sendiri-sendiri, ada yang datang bersama teman-temannya, dan ada yang datang bersama keluarganya. Kalau secara tidak sengaja aku sempat terlihat oleh mata para pengunjung, menyapa-pun mereka segan. Dari keengganan menyapa itulah aku bisa membayangkan reaksi mereka kalau kukatakan Kebun Binatang ini milikku. Memang ada sebagian yang percaya, tapi jauuuuh lebih banyak yang tidak.
Aku begitu mencintai Kebun Binatang ini. Bagiku dia sudah seperti sesosok manusia yang utuh. Segala sesuatu di dalamnya juga mewakili sifat-sifat yang lazim ada pada manusia. Seluruh satwa disini pada awalnya liar dan tidak mau mengenalku. Tapi entah dorongan apa yang membuatku terus bertahan untuk merebut hati mereka. Kusisihkan waktuku untuk mempelajari mereka. Lambat laun aku mulai mengenal mereka sampai akhirnya aku jatuh cinta. Aku tahu apa yang mereka katakan, saat mereka marah, butuh makanan, butuh ditemani, dan masih banyak lagi. Aku selalu berusaha mengerti keinginan mereka, walaupun terkadang aku masih salah (maklum bego
).
Burung merpati yang begitu mencintai pasangannya, monyet yang selalu ingin bermain sampai lelah, dan harimau yang diam namun jadi beringas bila diganggu. Kucing yang egois berebut Pindang (ikan), ikan yang tetap melek meskipun tidur, dan singa yang begitu anggun. Semuanya seolah sudah menjadi suatu kesatuan utuh. Merasakan hujan yang sama, sengatan matahari yang sama, dan belaian angin yang sama. Dengan bangga kutegaskan bahwa aku mencintai mereka semua (dan semoga mereka juga mencintai aku).
Rasanya hidupku sudah menyatu dengan mereka. Aku tahu saat si monyet butuh teman bermain. Burung merpati yang selalu menghiburku dengan bertengger di punggungku saat aku kelihatan punya masalah. Dan harimau yang mengaum bila bercandaku kelewatan. Lantas salahkah kalau sedikiiiit saja aku merasa kalau mereka milikku? Meskipun bukan aku yang melahirkan dan membeli mereka, salahkah kalau aku berharap kita semua bisa menjadi sebuah keluarga bahagia?
Aku berusaha tak peduli, sebisa mungkin aku berlagak buta dan tuli. Sebisa mungkin aku berusaha tidak melihat pandangan mata sinis dari para pengunjung yang meragukan kedekatanku dengan mereka. Sebisa mungkin aku tidak mendengarkan ocehan yang bernada sama. Biarlah hanya kami dan 5 entitas lainnya yang tahu. Biarlah orang mau bilang apa, yang penting kebun binatang ini (akan) menjadi milikku seutuhnya.








pertamax??
wah jenenge kok keren toh mas? jane sing cocok dadi penjaga kebun binatang ki kudune jenenge mardun utowo mardi
spertinya ada pesan yg tersirat neh
*baca ulang*
Ini… sebenarnya analogi antara sebuah blog dengan kebun binatang kah?
*menebak-nebak*
Whatever…

Mau dibinatang-binatangkan pun kita, cuek saja, bro
Suara kita suara sendiri kok. Ndak pake pajak buat orang dengar
masak ada kucing di kebun binatang…???
kalo chiKa aku tau
Kultural vs Real?
Ya menang yang riil dunk… ada bukti hitam di atas putihnya.
Jadi inget “bumi manusia”-nya Pram.
*mikir*
Nangkep!!!
Aku yakin kok kebun binatangmu itu juga suayang sama km..
suara penghuni kamar jga bagus2 lho
*kaburrr*
ini curhat lagi to ??
Ndak ada pengunjung yang datang buat esek-esek di depan kerangkeng Singa to’?
Jadi begitu to suara hati penjaga BonBin? ngomong2 bonbin mana nih? bandung ya?
#dr#
tumben kamu menganut pertamaxisme?
#DE#
yeee… kalau aku sih cocoknya jadi penjaga kebun uang aja mbak
#K#
kan udah tak bilangi, jangan bilang-bilang ya (terutama ke anak ITS seperti dr atau dnial)
#Alex#
sepakat bro…. terus suarakan hati kita
#Celo#
aku baru sadar, ternyata Chika itu nama kucingnya masku. Dan kucingnya masku itu guuuuueeeeeemuk banget loh
#dnial#
sekali dalam seumur hidup manusia harus bisa menentukan sikap
#calonorangtenarsedunia#
kok yakin? emang kamu kebun binatangnya?
*berpikir*
Mau nggak jadi kebun binatangnya?
*sembunyi di balik banner*
#almascatie#
kamar siapa? bagi dong
#nieznaniez#
memangnya apa coba?
#rozenesia#
belum lagi background musik (auman) yang seru, mau coba?
wah gawat mas kalo tau-tau tangannya jadi tiga ditambah bulu dan kuku
#benbego#
yah, setidaknya salah satunya……
ah…saia suda baca berkali-kali, tafi tetef ndak nemu makna tersirad, ah ya, buad anak ITS? hmm……..SAIA TAU! SAIA TAU!
ITS = *dihajar mardun*
be te we, kalo emang maksudna itu begitu, brarti si arnot betah dunk yak? wah, jadi penjaga kebun binatang abadi dunk?
eh…lama ndak HETTRIK!
hihihihi… emangnya “makhluk-makhluk” ITS selain aku ato daniel lebih ngerti?
Satu kalimat: Mau coba!
*memikirkan tawaran*
aku tau (haiya….)
*kabur*
apakah ini suatu pembenaran atas segala bentuk pengeluaran penghuni penghuni kebun dari dalam cangkammu?

Kebun binatang yang dimaksud bukan sekedar kebun bintang nih kayannya. Binatang yang dimaksud bukan perumpamaan untuk manusia, kan, kan?
Udah lama nggak ke bonbin…jadi pengen kesana…..semoga ketemu Donald sekalian kopdar heee….heeee
entahlah..

kan aku tanya, mas..
Siapa saja yg mencintai alam, maka alam akan mencintainya…
*Jadi inget sama ikan di akuarium, ngasih makan ikan dulu aaahhhh….*
yah secara kucing nggak mungkin ada kebun binatang….
keknya emang bukan kebun binatang beneran nih….
*kasian chika jadi kucing*
sudah mas kawinin aja mas, jangan ragu, hajar bleh…. (sok tau arti yang tersiratnya
)
jadi maksudnya apa yah?
*sambil ngitik2in kuping singa pake bulu bebek
oiya, hati-hati dengan “rasa memiliki” itu. kontrol kadarnya. eheheheeee…
#hoek#
*gebukin hoek*
ayo, kalo ngomong jangan tanggung tanggung makanya
*setelah diobati*
bukan jadi penjaga kebun binatang abadi, yang jelas selama bonbin itu belum digusur pemerintah dia bakal njaga terus
#dr#
ah kura kura dalam perahu
#rozenesia#
*lempar ke kandang macan*
*lemparin arul biar nggak nggarap TA terus*
#COTS#
Udah, mikirnya jangan lama-lama, entar keburu jadi Mall lho ya
#khuclukz#
apa? *kejar*
#siwi#
bukannya itu ajaranmu *siul siul*
#Hanna#
ah, jadi malu…. kok ketahuan ya
#dokterearekcilik#
amin pak….
#nieznaniez#
tapi si penjaga bonbin itu
kan bukan aku yang harus hati-hati
#blogkeimanan#
jadi inget almarhum kucing saya yang ditabrak mobil :((
#celotehsaya#
siapa bilang kucing nggak ada di kebun binatang? ada lagi… apalagi yang jenis langka
#sikendi#
hm…………….. *berpikir keras*
kayaknya kalau maksudnya apa sudah ada sebagian (anak ITS terutama) yang tahu
Apa hubungannya sama ITS?
ITS itu bonbin kah?*siul siul*
*lirik daniel*
*lirik dr*
*lirik Vendy*
*lirik Arul*
*siul-siul makin kenceng*