Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia
Itu adalah sepenggal lirik lagu dari bang Virgiawan Listianto alias Iwan Fals. Lagu yang sudah meluncur sejak tahun 1982 (katanya lho ya, saya belum lahir soalnya) itu ternyata masih laku (baca cocok) sekarang. Ya, ini memang posting yang saya buat dalam rangka konsekuensi memasang Banner Blog Action Day di sidebar saya
.
Lingkungan, sejauh mata memandang, sejauh mouse meng-klik, dan sejauh telinga mendengar tidak ada yang bagus-bagus dari Lingkungan. Yang disana teriak global warming, yang di nggak kalah sananya teriak-teriak soal Overpopulation. Sementara di Sini juga nggak kalah ramainya. Di sini sebelah sana teriak-teriak soal Perusahaan bajingan yang mencemari lingkungan dan menyebarkan penyakit, di sini sebelah situ teriak-teriak soal penjarahan hutan untuk kepentingan perusahaan asing perampok sumber daya alam.
Dan entah kenapa, setiap tindak pencemaran sebagian besar selalu dilakukan untuk kepentingan pihak yang punya modal (konon ini namanya kapitalis, tapi karena nggak paham kapitalisme jadi saya bilang pihak pemilik modal saja). Mulai dari sekedar pembuatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ngawur, bahkan katanya hasil copy paste (FYI, akhirnya proyeknya tetap lanjut sampe sekarang) sampai dengan penyerobotan tanah untuk Industri (kalau diawali dengan menyerobot, saya yakin faktor kerugian akibat limbah lebih banyak tidak dipikir
).
Dan yang paling parah, bahkan orang-orang pintar dari institusi ternama punya andil dalam membuat Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) dari proyek bencana lumpur Lapindo. Proyek seluas 41,96 Ha yang dituduh melanggar RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Sidoarjo tersebut (Dalam RTRW, alokasi wilayah pertambangan “hanya” 4,83 Ha) ternyata didukung oleh para akademisi dengan gelar berderet-deret.
Saya hanya seorang pengecut yang tidak punya modal. Saya hanya seorang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang segala prosedur Maha Rumit untuk melegalkan sebuah perusakan lingkungan apalagi perusakan moral akademik. Karena itu saya sama sekali tidak akan menghasut untuk melawan para pemilik modal. Percuma saja, selama anda tidak punya modal yang sama kuat, anda akan selalu gigit jari karena “Keajaiban” modal selalu merubah keputusan di saat-saat terakhir.
Tapi bagi anda yang mau terus berjuang melawan para perusak lingkungan maupun moral, saya acungkan seluruh jempol yang saya punya untuk anda. Jempol yang sama juga saya acungkan untuk anda-anda yang berani membuat terobosan untuk lingkungan baik di kota besar maupun daerah luar Jawa.
Nah, sementara kita, atau lebih tepatnya saya, apa sih yang bisa dilakukan? Sederhana saja, tidak perlu menjadi seorang puritan untuk bisa memberi kontribusi pada lingkungan. Kita hanya perlu sedikit mencontoh konsep film Pay It Forward yang bersumber dari sini. Kita hanya perlu melakukan hal-hal baik terhadap lingkungan di sekitar kita. Dan berharap rantai kebaikan terhadap lingkungan itu akan terus berkembang
Misalnya tentang sampah, memang banyak sekali institusi megah maupun gedung mewah yang meletakkan tempat sampahnya agak terpencil demi estetika. Tapi tidak ada salahnya kita sedikit berkorban untuk membuang sampah di sana. Dengan begitu kan pekerjaan cleaning service akan lebih ringan sehingga dia akan bekerja dengan lebih senang dan mudah-mudahan rajin. Kalaupun memang terburu-buru (telat dalam hitungan detik) dan anda terpaksa tidak bisa membuang sampah pada tempatnya…. ya sudah, mau apa lagi, toh saya bukan Tuhan yang bisa menghukum anda toh saya juga pernah melakukannya. Tapi mudah-mudahan saja nggak ada 10 orang lebih yang terburu-buru pada saat bersamaan
Memang terdengar sepele, tapi sering sekali orang membuang sampah di samping tempat sampah (bukan di dalam, padahal tempat sampahnya kosong), akibatnya cleaning service membereskan sampahnya sambil ngomel-ngomel. Karena dilakukan sambil ngomel-ngomel, akhirnya cukup banyak sampah yang tersisa. Itu masih sampah biasa, belum lagi sampah biadab seperti ini, dan hal tersebut terjadi di Institusi terhormat dengan mahasiswanya yang mengaku intelektual. Intelektual biadab macam apa yang tidak mau mengambil gayung dan air yang sudah tersedia?
Berkendara juga begitu, kalau memang tidak dikejar waktu dan jarak tempuhnya jauh, kenapa tidak berjalan kaki?. Sudah hemat bensin, SEDIKIT (nyaris nol bahkan
) mengurangi andil dalam polusi udara dan suara, dan katanya sehat pula. Belum lagi mental tangguh (tidak tergantung pada kendaraan) yang perlahan-lahan akan terbentuk karena sering berjalan kaki
. Tapi kalau memang anda terlambat mengikuti rapat/ujian sementara jarak kampus/kantor anda satu kilometer, saya tidak menyarankan untuk jalan kaki
.
Memang saya hanya bisa menyumbangkan pemikiran saya yang sepele dalam hal lingkungan. Tapi mudah-mudahan bisa SEDIKIT bermanfaat. Saya hanya bisa mengusulkan ide yang pernah dan mungkin sedang saya praktekkan. Dan saya selalu percaya kalau semua hal besar selalu berawal dari hal kecil. Dan Tuhan…saya mohon maafkan serta ampuni saya karena mengutip perkataan orang ini:
Mulai dari yang kecil
Mulai dari diri sendiri
Mulailah sekarang Juga
Yah, mungkin itu saja sih, dan ingatlah bahwa kita manusia yang bisa khilaf dan berbuat salah. Kalau anda lalai dan tidak sengaja SEDIKIT merusak lingkungan, jangan merasa anda sudah pantas masuk neraka. Masih banyak dosa anda yang lain yang membuat anda pantas masuk neraka
. Berdoalah mudah-mudahan tidak ada banyak orang yang khilaf secara bersamaan.








sebelum baca,
pertamax dulu lah…
Wah, paragraf2 awal aku ga begitu ngerti..
Tapi begitu sampe soal masalah sampah…
Jadi teringat sampah-sampah yang berserakan disini. Eheheheee…
Aku rasa 2 orang hebad yang nyampah disitu juga sedang terburu-buru ya, mas..
*manggut-manggut
Coba itu dibereskan sampahnya..
Siiip… Dun. Mantap! Tulisannya menunjukkan kamu semakin sayang dengan lingkungan, sekaligus jg semakin suka nendang sana sini..ha ha ha
Wah, paragraf2 awal aku ga begitu ngerti..
Tapi begitu sampe soal masalah sampah…
Jadi teringat sampah-sampah yang berserakan disini. Eheheheee…
Aku rasa 2 orang hebad yang nyampah disitu juga sedang terburu-buru ya, mas..
*manggut-manggut
Coba itu dibereskan sampahnya..
membangun kebersamaan dalam melawan pengrusakan bumi menjadi penting di masa datang… tak hanya memulai dari diri sendiri … semoga hari esok menjadi lebih baik bagi generasi mendatang di permukaan bumi ini.. ^_^
bukan global warmorning kan?
soal lingkungan ancur emang pada dodol semua,government jg bUlls**t, smua ngerasa punya hak utk merkosa bumi !
kayak nama filem…
diakhir artikel harapannya hampir sama dengan saya, mulai dari diri kita…
*liat komentar niez, ngakak, banyak amat… :p*
eh emang nama film deh..
*baru baca postingan. tadi cuma ngumpulin trekbek aja*
kayaknya gambar “itu” bnar2 kamu upload dun
aku kaget dulu waktu ngekos di TMB yang deket kali itu. aku pikir kali surabaya tuh kotor kerena bawaan dari atas. eh taunya orang surabaya ndiri kalo mbuang sampah masih di kali. astaugfirullah…
padahal tuh kali klo pagi udah bau loh…masih aja ditambahin…
cool..
mulai dari yg kecil, mulai dari diri sendiri
mulai dari diri sendiri aja yak…
*ngumpetin motor*
yupe ini juga buang puntung udah di tempat sampah kok
Akuurrr bro, akurrr….
ini juga udah mulai
jadi ingat bandung dengan bandung lautan sampah-nya…
dan jakarta yang “berkelahi” dengan bekasi gara-gara bantargebang…
harga yang dibayara akibat perusakan lingkungan memang sangat mahal dibandingkan harga untuk merestorasinya kembali…
Apapun dan sekecil apapun yang bisa kita lakuin, ya lakukan saja. Pasti ada artinya buat bumi kita.
Save our planet!!!
Bukannya bandung lautan asmara, Bang?
eh, pertanyaan itu buat bang Fertob.
pay it forward maksudnya opo sih?
Perlu ada aksi nyata untuk menyelamatkan lingkungan. Jadikan hari esok lebih baik dengan tak henti-hentinya melakukan gerakan cinta lingkungan hidup demi kepentingan kita semua anak cucu kita kelak.
filmnya keren tuh
kalo katanya JOHN C MAXWELL (Mantan Pendeta yg Banting stir jadi motivator):
Pilih mana?
-Main Sekarang Bayar Belakangan.
-Bayar Sekarang Main Belakangan.
Wis ben….he..he..btw, nggak posting laporan kopdar??
#nieznaniez#
halah pembelaan diri
#aufa#
bukan bermaksud nendang lho mas, kebetulan aja
#timpakul#
amiiin
#warmorning#
bukan kok…. setuju cak, tapi alangkah lebih baiknya kalo tidak pakai tanda *
#ck#
Bagus loh, udah nonton?
#arul#
okeh, titip harapin ya
*ikut ngakatk*
#kakilangit#
jelas dong, dulu aku bingung mau disalurkan dimana gambar yang tak ambil dengan penuh perjuangan itu
#hariansyah#
mudah-mudahan bisa
#caplang#
kok diumpetin bang?
#extremusmilitis#
4 jempol buat anda
akuuur deh broooo
#fertob#
betul itu bang, merestorasi memang jauh lebih mahaaaaaaal dan susah.
tapi Bandung sekarang kayaknya sih udah rada mendingan
#calonorangtenarsedunia#
ya itu, makanya kalo nyampah sewajarnya *masih dendam*
#mina#
itu judul film… intinya sih tentang rantai kebaikan, dimana sebuah kebaikan kecil yang berantai bisa berimbas ke mana-mana
#Sawali Tuhusetya#
Wah kehormatan nih pak guru mampir ke sini
amiiin pak, mudah-mudahan masih banyak yang mau bergerak untuk lingkungan
#K#
betuuuuuuuuuul
#sibermedik#
mending bayar sekarang main belakangan, biar gak punya utang
(kalo main futsal biasanya bayar dulu baru main)
postingannya kan ada di Cak Moki, saya nggak ada skrinsutnya soalnya
Everyone can make a difference! And it can be just as simple as changing a light bulb! If you are passionate about stopping global warming and the environment you should check out this website http://www.nvisioncfl.com . Changing to CFLs is a great way for individual people to really make a difference! You should also check out this site http://www.youtube.com/user/helpourworld for more ideas on how to help our world!
save our earth..
Eammg bener …udah waktunya kita berbuat sesuatu biarpun kecil….
(kalo main futsal biasanya bayar dulu baru main)
*geleng-geleng kefala*
begini ini kota besar, maen futsal aja mesti mbayar…furwokerto donK!!! maen futsal gratis!!! mhuahuahuahua
____________
*OOT mode OFF*
hmm…yayaya…bagus..bagus…..hmm….jadi intinya kita ndak usa sok mikirin orang-orang ferusag itu, yang fenting kita mulai dari diri sendiri aja!
*buang funtung rokok ke asbak*
sudah!
kalo dipikir-pikir… dirimu sudah menjadi artis blog terkenal dun
BERHASIL..Berhasil..Berhasil..Hore!!! **gaya DORA the Explorer*
Dah saya posting…monggo pinarak sedoyo…
#imcw dan dokterearekcilik#
sepakat deh pak
#hoek#
yah kota kan makin besar, living cost juga makin besar. paling tidak di Surabaya kencing masih gratis
apalagi kalau di pinggir jalan, paling-paling dikejer Satpol PP#dr#
no comment
#sibermedik#
*meluncur*
harusnya disini dijabarin pesan moral dari film pay it forward itu apa…
3 ngasih ke 3 dan seterusnya. intinya sih kayak multilevel marketing huehehehe…
ya deh, feodal bullshit ! udah ilang *-nya cak
#chika#
kan sudah kamu jawab
#warmorning#
