Masih berhubungan dengan wisuda, setelah cukup lama bermain-main di tempat parkir, aku menuju Graha ITS untuk menunggu teman-temanku keluar. Ternyata sesampainya disana pengeras suara menyambutku dengan
Sambutan Rektor ITS
Sial! ternyata masih sambutan rektor, masih sekitar setengah sampai satu jam lagi baru para wisudawan keluar. Tiba-tiba mataku melihat sosok yang sudah hampir satu tahun tidak kutemui. Seorang gadis cantik bernama Aurora Rosmanicke R, gadis yang pernah bersamaku melewati masa-masa genting (halah). Akhirnya sembari menunggu wisudawan keluar, kami mengobrol. (versi terjemahan)
(Setelah berbasa basi)
Aku (A): kamu sekarang kerja dimana ror?Rora(R): mroyek di Nganjuk
A: Nomer HP-mu ganti ta? kok nggak bisa dihubungi
R: HPku lho hilang, makanya aku kehilangan kontak sama sekali sama anak-anak.
———————Gak Penting——————
R: Anak-anak kabarnya gimana? sudah lama nggak ketemu
A: (Menceritakan satu persatu)
R: yang wisuda siapa saja?
A: Mimie, Ari, Samid, Brengki, Selly
R: Wah kangen rek pingin ketemu
A: Kalo ketemu Mimie jangan kaget ya
R: Kenapa?
A: Sekarang dia sudah nggak jilbaban lagi
R: haaaaaaaaaaaaaaaaaaah, kenapa?
——————–Gak Penting——————
R: Aku mau nerusin sekolah lintas jalur di sini lagi
A: lho tak pikir kamu langsung nerusin begitu lulus dulu?
R: Ternyat waktu itu nggak dibuka, memang bangsat kok pak n** itu
A: oooooooo
R: Makanya aku ini sekarang lagi sibuk cari uang, pokoknya aku harus dapet uang sebanyak-banyaknya untuk sekolah.
A: cara benar atau nggak ror?
R: ya yang benar lah, emang cara yang nggak bener gimana? (tersenyum mencurigakan)
A: nggak deh, entar aku baru bilang jual di… udah kamu tampar duluan (tersenyum tidak kalah mencurigakannya)
R: lho laku ta? aku lho di Nganjuk sana nggak laku
A: masa Ror?
R: Iya
A: ooo, makanya kamu mau kuliah lagi disini, soalnya disini kamu laku ya?
R: Sembarangan, masio disini emang laku ta?
A: Ya iyalah, minimal ada samid tuh (meringis)
R: husss, sekali nggak ya tetap nggak
A: Kamu sih, ngapain dulu sudah enak-enak sama dosenmu kok kamu campakkan? (meringis lagi)
R: wah kalau itu panjang ceritanya
——————-Gak Penting—————-
A: Wah sekarang dimana-mana banyak cewek cantik ya
R: Iya, makanya itu sekarang aku itu sering minder dan takut nggak laku. Soalnya anak sekarang cantik cantik
A: Tapi ke-beneh-annya makin berbanding terbalik juga kok ror
R: Iya sih, memangnya sekarang tambah parah ta?
A: wah ya jelas, variasinya juga makin aneh-aneh, bahkan (disensor) juga ada yang terlibat. Bahkan ada yang pernah tertangkap ML (mulai menceritakan)
R: Nah itu yang bikin aku mulai ragu-ragu, masih ada ta cowok yang mencari perempuan yang beneh? aku makin nggak percaya
A: ya masih ada-lah Ror, tapi memang jarang sih mungkin
————–Gak Penting———————-
(kemudian sebagian wisudawan mulai keluar, si brengki mendatangi kita)
Brengki (B) : halo, gimana kabarnya (sambil salaman), sama siapa kalian sekarang?
A: Lho aku sekarang sama Rora lho breng
B: Bener ta Ror?
R: Iya aku sekarang sama Mardun (tersenyum maniiiis sekali
)
B: Sori, aku tidak bisa lama-lama, tapi singkatnya masalah uang TM akan saya selesaikan di reuni kita berikutnya entah kapan.
(setelah si brengki pergi)
R: memangnya ada masalah apa sih?
A: ya seperti PIMITS kita dulu lho ror, jadi ada uang sisa TM sekitar 1,5 juta. Tapi si breng gak bisa ngasiin ke anak-anak soalnya uang itu katanya dipinjam. Anak-anak terutama mimie ya jelas sewot soalnya yang minjem kan nggak jelas, beda kalau yang minjem anak forkom sendiri
R: oooo
A: lha salahnya si brengki ini dia terburu-beru bilang tentang uang itu, seharusnya kan dia tunggu sampai uang itu kembali baru dia bilang sama anak-anak
R: Iya, kalau gitu kan lebih enak, kayak PIMITS kita dulu
A: Untung aku dulu punya bendahara yang hebat (senyum)
R: Siapa? oh aku ya? aku sampek lupa (ketawa)
A: Lupa gimana, kamu nggak inget ta H-1 dulu waktu aku minta laporan keuangan dari kamu, aku kan tanya berapa kekurangan dana kita
R: ternyata malah untung ya (senyum)
A: Iya, aku juga heran kok bisa ya
R: Buku kasnya itu masih aku simpan lho di rumah
————–Gak Penting————————-
Akhirnya waktu jualah yang memisahkan kita, aku baru sadar kalau ternyata kita sudah mengobrol terlalu lama. Ternyata memang banyak sekali yang berubah setelah hampir satu tahun ini.
Untuk yang mau membaca maaf kalau dialognya terlalu panjang dan susah dimengerti (memang panjang soalnya) saya sudah berusaha menyensor bagian-bagian yang sekiranya susah dimengerti kedalam tag “——Gak Penting—–”.
Yang jelas semakin lama kita tidak bertemu dengan seseorang, akan semakin indah saat bernostalgia. Tapi biasanya juga akan ada banyak sekali yang berubah, jadi nostalgia hanya nostalgia, jangan terlalu berharap keadaan akan sama seperti terakhir kali kita bertemu. Dalam satu hari saja orang bisa berubah drastis, apalagi satu tahun








yah berubah, benar2 berubah…. Y_Y (teringat nostalgia)
Ini masuk list secret admirer nggak?
(pis dun ^__^ )
mas, tiwas tak enteni endi sing penting, jebule ra ono sing penting!
kamu gak disapa sama raktor yang pernah mewisuda kamu dun
plus sama dekan dan pembantu dekan I&III?
#buchin# hmmmmm………..?
#galih# kalau sama-sama nyecret admirer-i tapi gak ada yang mau mulai gimana ya?
#peyek# sebetulnya banyak sih, tapi saya rangkumin deh, intinya:
1.jangan bergantung untuk menyimpan data di ponsel, kalau hilang bisa gawat.
2. aku gak habis ngerti kenapa orang yang mulai memakai jilbab selalu disambut dengan sukacita dan orang yang melepas jilbab selalu disambut dengan sebaliknya.
3. cuma sekedar menjelaskan yang sudah jelas kalo orientasi lembaga pendidikan NEGARA pun ya tetap uang ujung-ujungnya
4. sekarang masalah “mesumgate” di kampus makin merajalela
5. Kalau megang amanah berupa uang itu jangan asal dipinjam-pinjamkan. segera diselesaikan
semoga nggak jadi kecewa
#Kakilangit dan Dr# udah, malah bikin aku malu pek
,lha wong pas dia jalan keluar aku dah berusaha sembunyi dibalik punggung orang lain. lha pas itu ada orang (penggemar mungkin) yang menyeruak kerumunan untuk sungkem sama dia (aku moh nulis beliau, nggak sudi
), lha gara2 orang yang sungkem itu mblakangi aku, aku jadi keliatan, langsung deh disapa, aku akhirnya cuma senyum sambil dadah dadah
kalau bapak satunya sih nggak ngeliat, dia kan terlalu sombong untuk menoleh kiri-kanan kalau lagi jalan
#kakilangit dan Dr# karena bikin malu itulah jadi nggak tak tulis
tak masukin ke tag ——–gak penting———
kapan nih pembicaraan yang uncensored bakal dirilis?
kalo ngga dibikin versi downloadable aja mas..
wakaka
hm…itu cerita temen yang nggak jilbaban lagi perlu dibahas deh mas, pasti seru!
jadi kangen ITS
#antobilang# dibahas dari sudut mana? tapi sepakat pasti seru kok, belum dibahas lewat tulisan aja yang lewat mulut udah seru
#Nur Aini Rakhmawati# semangat!!!!!
Mardun Ulangtahun!!!
*kayaknya ini spam*
Dun, Auroa itu yang kamu pinjem hpnya buat ngirim sms mesra ke hpmu sendiri ya?
#dnial# pancen spam
#tomy# hussss, itu off the record
semoga beberapa bulan lagi aku juga bisa nostalgia lagi…setelah satu tahun
amien joe