Hari itu, waktu aku sama temanku mau ke Semarang atas (bagian atas kota semarang). Seperti biasanya kita melewati jalan tanjakan yang ada belokan (agak) tajamnya. Waktu itu kira-kira jam setengah 5 sore-an. Kondisi jalan sudah lumayan ramai dan padat. Sebagian besar didominasi oleh mobil mobil yang sudah mulai menyalakan lampunya.
Sejak lampu merah sebelumnya, didepanku ada sepeda motor yang dinaiki oleh satu orang. Dari perawakannya kira-kira dia itu ibu-ibu yang berumur 35-40 tahunan (nggak jelas soalnya cuma dari belakang). Entah kenapa aku dan temanku terus mengikuti dia dari belakang dan tidak bermaksud menyalipnya sama sekali, mungkin karena aku memang capek habis jalan-jalan seharian.
Ketika sampai di belokan yang tajam itu, aku melihat ada sebuah batu besar (kira kira 3 kealan tangan) tergeletak di jalan. Tidak lama kemudian, sepeda motor di depanku menabrak batu itu. Ibu itu segera kehilangan keseimbangan dan jatuh masuk ke got yang cukup dalam di pinggir jalan.
Dun tolongin dun, kasian
Kata temanku panik melihat ibu itu jatuh. Aku segera membantunya keluar dari selokan itu, baru jelas kulihat wajahnya, ternyata dia memang ibu-ibu berambut ikal dan memang kira-kira usianya antara 35-40 tahunan. Sementara aku menolong ibu itu, temanku mengambilkan tasnya dan orang-orang lain yang baru bergerombol membantu mengamankan sepeda motornya.
Setelah berbasa basi sejenak dan menyingkirkan batu tadi sambil mendengarkan ucapan terima kasih ibu itu (untung lukanya tidak parah), aku kembali melanjutkan perjalanan. Aku jadi mikir, kok bisa ya batu sebesar itu tergeletak begitu saja di jalan. Kira-kira:
- Jatuh dari truk pengangkut batu (masa kendaraan di belakangnya nggak ada yang sadar?)
- Pecahan jalan (perasaan sih jalannya dari aspal, bukan batu)
- Sengaja ditaruh (lho……….)
Yang jelas darimanapun asal batu itu, aku cuma heran, kok tega ya yang menaruh batu itu. Semoga saja batu itu tidak sengaja ada di situ (masa batu sebesar itu tidak sengaja ada di jalan?). Hihihi kayaknya orang yang menyingkirkan batu dari jalan cuma ada di dongeng deh
.








tumben kok cuman cerita ringan aja
Mbahku dulu paling seneng nyingkirkan penghalang di jalan. terutama jalan2 di hutan atau yang menuju ladang. Saya bener2 melihatnya dan bukan dongeng. LAh kalau dijalan besar yah mana ada. Yang ada yah mung sampean, karena terlanjur turun dan ada korban.
belokan mana dun? di semarang banyak belokan puter2 gtu

btw, kapan kmu ke semarang? aku kemarin barusan dari sana, tapi ni dah di surabaya lagi
#dr# emang nggak boleh ya?
#Helgeduelbek# wah hebat dong nenek bapak. saya jadi iri, tapi kalau batu di jalan memang susah disingkirin, kalau kita mau nyingkirin entar malah diklaksonin sama orang-orang
#venddd# walah yo jenenge aku gak ngerti pen, tak tunjukin aja kalo kamu ke semarang lagi
.
kasian ya batunya…keplindes motor..