Hehehe, karena di Surabaya mulai rame karena akan diberlakukan perda tentang larangan merokok, jadi saya mau ikut-ikutan nimbrung masalah rokok.
Setelah menginterogasi mengumpulkan data-data (halah) dari teman-teman berbagai sumber, maka saya akan paparkan sebagian alasan bagi mereka kenapa merokok itu penting.
Sebelum bicara tentang alasan merokok, pertama-tama mereka selalu mengemukakan alasan kenapa mereka tetap merokok walaupun tau kalau merokok itu berbahaya bagi kesehatan. Alasannya ternyata sangat sederhana.
Mereka tidak percaya bahwa merokok itu mengganggu kesehatan. Buktinya banyak orang yang merokok tapi matinya bukan karena kanker paru-paru maupun jantung apalagi karena hamil ataupun penyakit-penyakit lain yang ada di peringatan di bungkus rokok. Bagi mereka yang menyebabkan rokok itu berbahaya bagi kesehatan adalah Habbit atau kebiasaan buruk yang didapat dari merokok seperti:
- Malas berolah-raga
- Makan tidak teratur
- Suka dibarengi dengan minum kopi (a.k.a sering melekan)
- dll
Nah, justru dengan alasan-alasan diataslah kesehatan bisa terganggu (baik yang merokok maupun tidak). Sebab kalau hanya dilihat dari kandungan bahan (maaf saya bukan ahli kimia, jadi tidak terlalu mengerti), baik rokok, mizone, mie instant, bakso, dll punya kans yang sama dalam memperebutkan piala bergilir raja neraka untuk dinobatkan sebagai sumber penyakit. Jadi segala fitnah berita tidak seimbang tentang rokok itu cuma HOAX.
Nah kembali ke alasan, bagi mereka yang percaya bahwa merokok itu tidak berbahaya, at least sama berbahanya dengan menghirup asap mobil setiap hari ataupun makan mie instant ataupun terkena radiasi Handphone, mereka punya alasan-alasan lain yang bisa menguatkan kebiasaan merokok mereka. Alasan-alasan tersebut adalah:
- Punya alasan istirahat, dengan berkata “sik, rokokan sik” mereka bisa meminta istirahat (licik juga ya
). - Memudahkan pergaulan, karena mereka bisa berkenalan dengan orang dengan terlebih dahulu meminta rokok (kurang ajar banget nggak sih) ataupun meminjam korek api.
- Meningkatkan keamanan, karena menurut mereka dengan merokok tampang mereka akan terlihat lebih sangar (iya tah? paling yang takut cuma para orang tua, takut kalau anaknya nikah sama perokok
). - Untuk hiburan, melihat asap yang ditiupkan bisa menghibur hati (ini menjelaskan kenapa tidak ada orang buta yang merokok).
- menambah PD, dengan memainkan rokok di jari-jari mereka, mereka bisa mengurangi rasa nervous yang mungkin muncul ketika berbicara (pintar juga).
- Menambah pahala dan kekayaan negara, karena rokok menyumbang besar dalam pendapatan negara (nah ini yang agak kurang bisa dipercaya
). - (updated) Menambah penghasilan Dokter (baik dari perokok pasif maupun aktif
). - (updated) kebutuhan, nah ini yang namanya pecandu (seperti pecandu game dan pecandu chatting dll).
- dan lain-lain (entar kalo ada lagi saya update deh).
jadi kesimpulannya, merokok sama pentingnya dengan tidak merokok. itu pilihan kita masing masing. sama seperti kita memilih untuk memakai topi atau tidak, memakai baju lengan panjang atau lengan pendek, ikut arisan atau tidak, main golf atau tidak, korupsi atau tidak, poligami atau tidak, main film porno atau tidak, dan tetap menguji disertasi dari penjara ataupun tidak
.
Tapi yang jelas, merokok ataupun tidak, mengganggu orang lain tetap tindakan yang tidak etis. Jadi kalau ada yang terganggu dengan asap rokok, ya berbesar hatilah untuk menghentikan kegiatan merokok anda. Sebaliknya kalau anda berada di smoking area, jangan egois dengan menyuruh orang mematikan rokoknya
.








Aku setuju rokok berguna dalam pergaulan. Selalu saja ada saat-saat begini dimanapun, “Yo, rokokan sik reek…” Secara aku bukan perokok, selalu tidak nyaman jika saat-saat kawan-kawan merokok semua, aku sendiri tidak merokok
Tapi aku tidak merokok bukan karena alasan-alasan “ilmiah” tadi, aku cuma ndak pengen nambah pengeluaran bulanan hehehehe….
Aku dulu pernah posting masalah ini. Tapi dari sudut panang non-smoker yang menganalisis para smoker.
Intinya juga gitu.
Merokok itu untuk kualitas hidup, maksute smoker itu PERCAYA bahwa rokok bisa membuat kerja mereka lebih baik (memacu otak lebih encer, menambah tenaga, boker lebih lancar, makan lebih nikmat dll)
selain juga alasan buat pergaulan dan nyari waktu buat istirahat itu.
Ya akhirnya bisa memaklumi seh…
saya orang yg paling anti rokok
soale kalo bau asep rokok kepala jadi pening
Ngerokok silahkan, tak perlu macam-macam pembenaran, tapi merokoklah seperti manusia beradab, jangan tindas hak-hak yang bukan perokok.
Yang satu anda belum cantumkan:bikin dokter nggak kekurangan pasien (asyiikk!
), jadi mendukung standar hidup para dokter.
)
Baca ini: http://amargiamargo.wordpress.com/2007/01/18/merokoklah-supaya-lebih-cepat-masuk-surga/
(reklame dikit …
#linda# gpp, tiap orang kan punya “trait” masing-masing yang bisa bikin kepalanya pening. aku pening kalau nyium bau sari puspa
#wadehel# yup sepakat, cuma kita sebagai yang bukan perokok juga jangan menindas hak-hak kaum perokok
#tukangkomentar# ok, sudah diupdate
sebagai non perokok (gara-gara udah jarang merokok :p), konklusi pada tulisanmu dibawah apik dun
Hehehe… Kalau saya bilang Long Live Smoker ketika masih ngerokok. Maka saya harus bilang apa ketika sudah tidak merokok?
Saya bilang “Sayang, kamu pasti lebih suka mencium saya. Sebab saya sudah tidak merokok lagi”
Hehehe
#arif kurniawan# kamu enak ada yang bisa kamu bilangi, kalau yang dianugrahi bakat alam untuk jomblo mau bilang gitu ke siapa?
Ada kesimpulan nagwur nih, karena membantu menambah pendapatan negara dengan merokok, maka merokok dapat pahala, bahkan dengan merokok bisa naik surga. :))
Mau mati muda kek, mau dapet serangan jantung kek, atau mau impoten, itu urusanmu yang pada merokok. Tapi asal jangan asep itu dibagi-bagi ke kita yang nggak ngerokok. Buat yang ngerasa terganggu dengan adanya perokok disekitarnya, mulai saat ini beranilah untuk menegur agar mereka lebih memperhatikan hak-hak orang yang nggak merokok, agar mereka bisa menjadi perokok yang cerdas dan berbudaya.
Dee: dan bagi yang non-perokok, jangan berani coba-coba untuk menegur para perokok di ruangan untuk merokok…
Kenapa dari dulu hiburan orang kecil itu diberangus terus?
Kalau mau kualitas kehidupan di muka bumi ini lebih baik, kurangilah menghembuskan asap kendaraan bermotor. Polusi di muka bumi ini salah satunya ya dari kendaraan bermotor itu. Di kota-kota Indonesia juga gitu, polusi itu paling parah ya dari jutaan kendaraan bermotor, bukan sekedar dari jutaan orang yang merokok.
Rokok itu hiburan buat orang-orang kecil. Orang-orang yang nggak punya kemewahan ini cuma bisa merokok buat melupakan penderitaan hidupnya. Orang-orang yang sudah menderita ini juga nggak protes tuh sama pemilik asap knalpot kendaran bermotor yang bikin kualitas lingkungan kota ambruk seperti sekarang ini.
Gini aja deh.
Kalau ada kelompok non-perokok yang bisa mengurangi asap knalpot jutaan kendaraan bermotor di kota-kota Indonesia, aku bakal mengabdikan hidup buat kampanye mengurangi asap rokok jutaan orang di Indonesia ini. Enak aja nyuruh orang berhenti merokok.
Aku walaupun perokok nggak pernah tuh maksa pemilik asap knalpot kenderaan bermotor itu berhenti naik kendaraannya. Itu sama saja menjerumuskannya dalam masalah baru, karena keterbatasan moda transportasi massal di kota-kota Indonesia.
Kalau tujuan perda larangan merokok itu adalah untuk mengurangi polusi dan menyehatkan manusia, maka lebih baik diganti aja dengan perda larangan menaiki kendaraan bermotor untuk radius tertentu (ini tergantung karakter spasial kotanya) atau untuk periode waktu tertentu per harinya. Nah, sebelum perda larangan kendaraan bermotor itu keluar, pemerintah n swasta harus bikin dulu moda dan jaringan transportasi massal padat penumpang. Nah, sebelum moda dan jaringan transportasi massal padat penumpang itu dipenuhi secara konkrit, aku dan kelompok perokok nyantai dulu menghembuskan asap tembakau ke langit langit penantian. Ntar, kalau semua itu udah dipenuhi, baru rokoknya kami matiin.
Lha, kalau sekarang perokok di Jakarta atau nanti di Surabaya udah berhenti total, memangnya kualitas lingkungan kota langsung membaik? Ya jelas nggak ngefek. Karena masalah sebenarnya ya dari asap kendaraan bermotor itu. Lihat aja tuh kekelaman jalanan di jam-jam sibuk, pulang dan pergi kantor, kekelaman dan kebusukan udara itu bukan dari asap rokok, tapi dari asap kendaraan bermotor. Pemerintah itu nggak berani bikin perda larangan kendaraan bermotor, karena dia bakal berhadapan dengan produsen kendaraan bermotor-plus pemakai kendaraan bermotor. Contohnya bisa dilihat di Jakarta, rencana larangan sepeda motor di jalan protokol Sudirman langsung diprotes sama pemakai sepeda motor plus lobi-lobi belakang meja dari produsen kendaraan bermotor. Nah, beda dengan perda larangan merokok paling-paling cuma dilawan produsen rokok, itupun nggak sebanding dibandingkan kekuatan opini publik yang menyudutkan para perokok dan produsen rokok. Lagipula salah satu kekuatan besar produsen rokok di negeri ini, Sampoerna, udah jual sahamnya ke Philip Morris, n beralih ke kasino n agrobisnis dll.
Ini cuma masalah berani nggak kita menyelesaikan masalah langsung ke akarnya. Dari segi teknis pengawasan, larangan merokok juga susah diterapkan. Bagaimana memastikan larangan merokok itu dipenuhi, kecuali di tempat-tempat umum? Nah, kalau larangan kendaraan bermotor kan gampang pengawasannya. Pasang aja pak polisi. Yang melanggar tinggal di tilang.
Itu aja.
Tomy DG.
Saya juga sudah posting tantang perdebatan dokter vs penjual rokok. Terimakasih dan salam eksperimen.
Tambahan lagi, merokok bisa jadi alasan tambah rejekin. Soalnya orang kalo nyogok biasanya bilang “Nih uang rokoknya bang!” hehe
#cafeblogger# hehehe, itu kan cuma bahasa yang digunakan sebab selama ini tokoh jahat selalu diidentikkan dengan rokok :P.
gak mungkin kan kita bilang “nih uang amalnya bang” ?
dan iblis pun tertawa …
wakkakakkaka …
waah….aku juga baru posting masalah merokok itu bermanfaat….boleh ditengok tempatku…buat perbandingan
dengan merokok justru menunjukkan “kebencian” yang sangat dari para perokok terhadap pabrik rokok…
ini dikarenakan membakar langsung pabrik rokok bisa dikategorikan tindakan kriminal bahkan terorisme, maka lebih baik membakar rokoknya satu-satu aja dulu…
#alief# tunggu saja sampai membakar rokok dijadikan bagian dari undang-undang anti teroris
btw kalo kita beli makanan berarti kita benci pabriknya ya? (soalnya kan makanannya kita sobek, kunyah, guyur dengan bumbu, dll)
Numpang ngabsen. merokok dapat menyehatkan keuangan negara.
hehehe, nggak juga tuh, emangnya perusahaan rokok itu semuanya bayar pajak ta?
@STOPGOBLOG!
iya … kendaraan emang bikin “semrawut”
kenapa gak ada yg naek permadani terbang ya !
wakakakkakaa …
@STOPGOBLOG
terserah mo ngerokok ato ga..sebenerny ga ada yang larang..cuma ya itu..liat2 tempatnya..
ada yang tau gimana caranya brenti ngerokok? heheh..
btw lam kenal mas mardun ^_^ ..suka deh ama bannernya..saya juga suka FF ^.^
Perokok itu bisa melakukan peranan jihad suci dengan cara membunuh dirinya sendiri beserta orang-orang sekitarnya.
Saya anjurkan merokoklah pada tempatnya, yaitu di tempat orang-orang kafir jahanam. Supaya orang se-iman yang non-smoker tidak terkena dampaknya
#raja Iblis# Iblis masih butuh kendaraan ya?
#chelicious# Salam kenal juga, mau berenti ngerokok, gampang…. jualan rokok aja
entar kan berhenti-berhenti sendiri
#pemetik Bunga# hehehehe
anda memang cerdas, apapun untuk Umat ya?
loh..koq jualan? yang ada malah makin rajin..ngabisin dagangannya heheh~
@pemetik Bunga: buset ampe dikatain kafir jahanam.. hikss
Suatu malam ketika setan jalan2 berpapasan dengan orang yang sedang merokok, maka setanpun lari terbirit birit tunggang langgang sangat ketakutan. Dalam hati setan itu berkata : “Hah api saja dimakan, bagaimana dengan aku ?”
konon setan terbuat dari api. he he he
@pemetikbunga : loh koq malah SARA ??ntar malah kecantol UU anti teroris. Lagipula, perbedaan iman koq dipermaslahin, bukanny beda itu indah ??Klo sikpa Anda gitu, malah mencerminkan betapa fanatisnya Anda, dan itu malah akan mendiskreditkan keyakinan yang Anda pegang loh..^_^
@stopgoblog : Bner2, saya setuju dgn pendapat Anda, tp ya itu, tolong-lah hormati orang2 non-smoker, klo ngerokok, tanya2 dulu di sebelahnya, jangan sampe dia terganggu.Tp klo saya seh, secara pribadi ga terganggu dgn adanya smoker….
O iy, lam kenal yah mas mardun..bannernya koq apik to??kenapa ga rhinoa aj yg dipasang ?
#chelicious# ya, saya kan berasumsi anda akan menjadi penjual profesional sehingga tidak akan menghabiskan dagangan anda
#joker# hahahaha, lucu-lucu
tapi kurang tuh, harusnya setan lebih takut lagi karena apinya bukan dimakan, tapi disedot pelan-pelan sampai habis (kurang kejam yaopo coba?)
#yesalover# lam kenal juga, soalnya aku memang termasuk SFC (Sephiroth Fans Club) habis dia tokoh jahat yang keren (dan sebetulnya nggak jahat juga)
Hargai orang yg tdk merokok di sekitar anda.
Analoginya begini : Kalau anda mengunyah makanan lalu anda keluarkan dari mulut, terus anda tawarkan kpd orang di sebelah anda!
Pasti ga sopan dan luar biasa kurang ajar, lha yg ngerokok ga pake penawaran lagi sama orang yg ga ngerokok, dia bagi-bagikan asap yg keluar dari mulutnya tanpa permisi.
ya iyalah, baik yang merokok maupun tidak harus sama-sama beradab dan tahu tempat.
btw, anda kalau pernah naik kendaraan permisi nggak ya waktu mbagiin asep anda?
@mardun: heheh iya tuh kendaraan juga sama aja..apa perlu kita smua ganti pake speda aj
biar ga polusi..lebih sehat ..murah..heheh ,…mimpi di siang bolong..
makanya, kita (nggak) mungkin bisa menghentikan perputaran dunia ke arah kehancuran (alah alah opo ae sih), tapi kita at least bisa memperlambatnya walaupun cuma sepersekian.
Nggak mungkin kan nyuruh semua perokok bermoral (baca tahu sopan santun)? sama nggak mungkinnya dengan menyuruh semua pengendara bermoral. Jadi moral itu pilihan, nggak bisa dipaksakan
ngerokok lg ah,,,
rokok jg menyebabkan buta lho…(dicule’no moto)..hahaha
*kaburr
KAUM PEROKOK BERSATU
wahai kaum perokok mari bersatu memperjuangkan hak-hak dan perlindungan hukum bagi kaum perokok. Mereka yang tidak merokok, biarlah tidak merokok. Tapi penghormatan bagi kaum perokok harus dilaksanakan oleh seluruh bangsa di dunia ini.
Hidup Kaum Perokok
http://aliansi-perokok-indonesia.blogspot.com