Membaca postingan dari Daniel Tentang namanya yang menurut dia bukan kata kerja mau tidakmau membuat saya menambah satu tetes dalam ember kekaguman dalam liang otak saya kepadanya. Dari ulasannya yang mempertahankan eksistensi dirinya habis-habisan itulah kita bisa melihat suatu sosok seorang pria (bukan pria sejati sih
) yang memiliki integritas dan harga diri yang tinggi.
Kita juga bisa melihat kepekaannya terhadap perubahan-perubahan di sekitar lingkungannya. Hal ini bisa terlihat dari kesadarannya untuk mengakui bahwa namanya selalu disinonimkan dengan kata-kata seperti:
- Mutungan
- Ngomong agak nyelimur a.k.a nggak nyambung
entah hal ini dilandasi sebuah kepekaan, kesadaran, atau justru hanya sebuah keputus-asaan menatap profil dirinya yang memang seperti itu.
Konfusius pernah mengungkapkan bahwa “mengampuni dosa adalah sebuah dosa besar”. Jadi kalau memang ada suatu kesalahan (dalam hal ini karaktermu yang mutungan dan nyelimuran itu dan
) janganlah diampuni (baca dilupakan/just forgiven) saja tetapi harus diperbaiki. Berubahlah, tidak ada kata terlambat, masih banyak sarana upgrading diri yang bisa diikuti. Asal jangan terjebak dengan bujuk rayu dari “mereka”. Jangan lupa juga untuk selalu ikuti setiap sarana upgrading diri dengan niat tulus (halah), jangan jadi pemburu kurikulum vitae seperti penguasa tempat ini sekarang.
Mungkin Daniel hanyalah satu dari sekian banyak dari sekian orang yang berani mengungkapkan kekesalannya terhadap ke-pathetic-an dirinya. Padahal kita tahu ada banyak ungkapan-ungkapan lain yang senada seperti :
- “Antie kon” yang melambangkan kenarsisan
- “Kamal kon” yang melambangkan ke-playboy-an
- “Deni kon” yang melambangkan kalah-kalahan
- “Gandhi kon” yang melambangkan penderitaan cinta
- “Mardun kon” yang melambangkan… (sori, isi sendiri, saya bukan antie yang narsis)
- “Abah kon” yang melambangkan kemunafikan
dan masih banyak ungkapan-ungkapan lain yang senada. Tetapi hanya sedikit dari mereka yang mau mengakuinya. Karena itu saya sama sekali tidak bermaksud menyinggung perasaan siapapun (terutama daniel), tetapi saya justru mengacungkan 5 jempol (jempol kelimanya jari tengah
) untuk Daniel. Semoga dia bisa menjadi teladan kita semua untuk melakukan instropeksi diri.








Gaplek!!!
Maksutmu???
Mardun KON!!!!
Rebutal:
http://the-lamp-post.blogspot.com/2007/02/mutung-sarkastic-explained.html
Koyok penting-pentingo ae…
d-nial: wah2, sampe-sampe aku dibawa-bawa… disamakan dengan kamu niel, hueeekkk….
Hallo, Pak dosen… ngajar apa dan dimana? Salam kenal ya…Baru dari blogfam mampir ke sini.
Mestinya sih ngajar komputer. di jurusan informatika salah satu universitas swasta di surabaya. Tapi sebetulnya aku lebih pingin ngajar olahraga
Hobby olahraga atau memang lulusan jurusan olahraga…? Makasih udh mampir balik. Kalo aku ngajar politik (hi…serem ga sih…ga sih…tapi sering nyebelin…he…he..) dan bahasa Inggris di Unpad. Oke deh, tetap semangat ngajar ya, Pak….Eh, udh di link *ngelirik ke blogs here and there*…Aku link juga ya…
Olahraga cuma Hobby (pingin jadi profesi tapi nggak kesampaian, cuma bisa jadi pelatih doang
), aku lulusan informatika gelarnya sarjana Kompor (S.Kom)
wah ya gpp lah kalau mau di link. aku kan nggak kayak microsoft yang paranoid sama hak cipta