Pada Suatu Tengah malam di sebuah warung sop kaki sapi di surabaya timur.
(Senyap…… lagi makan)
Sinta (bukan nama sebenarnya) : (tiba tiba nyeletuk) eh mas, enak ya jadi mas
aku : maksudmu?
Sinta : ya enak, kayaknya semuanya udah bisa dicapai
aku : maksudmu?
Sinta : ya iya, mas kan udah kerja, udah lulus, masih muda lagi
aku : weleh, aneh-aneh ae kon, masih banyak kok yang belum bisa tak capai
Sinta : lho kok bisa, mas mardi kan baik..
aku : (meringis) baik? emang definisimu baik itu apa coba?
Sinta : ya mas kan pinter, banyak temennya, terus punya banyak prestasi
aku : (tertawa terbahak-bahak) hahaha kalau gitu berarti M Nuh itu orang baik
dong? dia kan pinter, banyak temennya, terus punya banyak prestasi
Sinta : ya gak tau sih, aku kan belum kenal pak Nuh.
Lha aku berpikir, kalau memang aku dan pak Nuh sama baiknya, kan gak mungkin to kita sering bersebrangan?. Pasti salah satu dari kita ada yang salah jalan, mungkin aku, mungkin dia. Atau jangan-jangan justru definisi baiknya temenku si Sinta ini yang salah. Ada yang tahu definisi baik yang lain?








baik itu… kalo kamu nggak pernah nyakitin orang lain, ya itu baik. tapi kok susah ya?
Lha kalo gitu berarti gak ada orang baik dong di dunia. Nabi Muhammad SAW yang akhlaknya paling sempurna aja pernah menyakiti hati orang lain
hoi….ternyata iki toh dialog tengah malemmu….wesss…taklaporaken neng areke ngko….:)
btw baik tu…sesuatu apa ya, ya yang sekiranya sesuai ma kondisi sekitar, nggak aneh2 nemen, wlp ga semuanya yg baik tu bener…n lebih banyak orang baik tp nggak bener…jd kalo kaya m nuhnya mardi tu ttp baik, cuma ga bener ae…seenggaknya nek kamu liat dari sejuta kacamata lain, ya pasti ada baiknya juga lah…contohnya dia ga pake celana lintingan n gak superkemproh…heee…
gak usah direken…iki mek ngentekno paketku nang warnet kok…
3# oh gitu ya? iya deh, mataku jadi sedikit terbuka, kalo gitu jadi ada pertanyaan lanjutan nih, mending mana ya baik ato bener (yang jelas mending baik dan bener :P) ?
Kalo gak salah, di suatu malam di parkiran di kantin pusat di warung ilegal leo n mario itu aku penah bilang di depan komandan skk its yang purnawirawan letnan kolonel yang overacting itu: “orang baik itu orang yang mau mengkritik orang baik”.
Kalo memuji orang baik sih udah biasa dan malah menjerumuskan orang-orang baik ke langit sampe lupa daratan. M Nuh yang rektor ITS kesukaan kawan mardun itu ya orang baik, tapi sering lupa daratan karena disekelilingnya banya orang-orang busuk yang kerjanya cuma memuji-muji aja. Hehehe…
Nah, di dalam sejarah, seringkali terjadi orang baik harus melawan orang baik lainnya. Contohnya sejarah Indonesia, Sutan Syahrir berseberangan bahkan cenderung melawan Soekarno, padahal keduanya orang baik dan sama-sama cinta Indonesia. Moh. Hatta juga berseberangan dengan Soekarno, padahal keduanya juga orang baik dan sama-sama cinta Indonesia. Tan Malaka berseberangan dengan Soekarno, padahal keduanya juga orang baik dan sama-sama cinta Indonesia. Banyak sekali contohnya. Sekarang ini, kita bisa melihat Gus Dur berseberangan dengan Presiden SBY, padahal keduanya orang-orang baik dan sama-sama cinta Indonesia.
Memang ada semacam keberuntungan buat orang-orang yang harus melawan orang baik, karena dari interaksi keduanya akan mendatangkan kebaikan bagi banyak orang. Kalau orang jahat melawan orang jahat kan cuma memunculkan satu orang pemenang yang udah jelas-jelas orang jahat juga.
Bersyukurlah kalau kita harus berhadapan dengan seorang lawan yang ternyata orang baik. Mungkin kita dan lawan kita masih disayang sama Sang Pencipta makanya orang baik pun harus melawan orang baik. Kurang apala lagi ya, kalau kita berjuang dengan kawan-kawan yang orang baik-baik dan “musuh” kita pun orang baik. Kalah pun masih mendatangkan kebaikan. Mungkin surga aja belum tentu kayak gitu itu.
wuih, panjang juga comment-ku. sori dun, comment-nya jadi lebih panjang dari tulisan yang kamu posting. lain kali aku kasih comment pake daftar pustaka sekalian biar lebih valid.
#6 alah nyantai aja tom namanya juga komen. Lantas kalo orang “baik” harus melawan orang “baik”, lha yang benar siapa ya?
eh, Nabi Muhammad itu kapan ya pernah nyakitin orang lain? ceritain dong…
#8 pernah, sering bahkan kalau dihitung hati orang-orang kafir yang pernah disakitinya (abu lahab, abu djahal dll)
tapi Nab Muhammad SAW pun pernah tercatat beberapa kali menyakiti hati orang yang selain orang kafir sehingga mendapat teguran dari Allah SWT.
Seperti ketika beliau mengusir seorang pemuda yang telah memperkosa mayat (saya lupa hadits riwayat siapa) kemudian beliau ditegur oleh Allah dan meminta maaf pada pemuda itu, lalu pemuda itu mati saat sholat berjamaah ketika Rasulullah SAW membaca ayat kedua At Takatsur “Hatta Zurtumul Maqoobir” (dan masuklah kamu ke liang kubur).
Yang satu lagi ketika beliau bermuka masam pada seseorang sehingga kemudia turun ayat yang “wahai orang yang bermuka masam” (lagi-lagi saya lupa surat apa namanya, maklum bukan anak masjid
).
yah mungkin itu aja sih, mungkin ada yang lain, tapi saya berharap tidak ada sebab beliau kan junjungan saya dan umat muslim lainnya (mestinya), jadi saya juga males mencari-cari kesalahan beliau. Jauh lebih banyak kebaikannya.