Buah Jatuh Jauh Dari Pohonnya

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya

Itu kata pepatah jaman dulu yang kurang lebih artinya “Anak/keturunan tidak akan jauh berbeda dengan orang tua/ penurunnya”. Aku terus terang tidak sepakat sama sekali (at least until now) dengan pepatah itu. Aku sudah bertemu dengan banyak contoh orang yang telah membuktikan bahwa pepatah ini salah. Bahwa tidak adil ketika suatu faktor genetik digunakan untuk mengadili dan menghitung harga seseorang. Harga seseorang tidak diukur dari anak siapa atau keturunan siapa, hanya orang itu sendiri yang dapat menunjukkan pada dunia seberapa tinggi atau rendahnya harga diri yang dia miliki.

Salah satunya adalah seorang temanku. Namanya sebut saja Dilmo (bukan nama sebenarnya) dia ini anak seorang pejabat di sebuah perguruan tinggi X (juga bukan nama sebenarnya). Bapaknya itu paling hobi menyiksa saya dan teman-teman saya, beliau juga tidak segan segan menggunakan kekuasaannya sebagai pejabat kampus untuk mengancam dan menebarkan teror agar mahasiswanya menurut dan tunduk dalam keangkara-murkaan-nya, baik itu secara langsung maupun lewat orang-tua, teman, dan bahkan pacar dari korbannya (nah lho, dan dia mengaku berpendidikan, dosen lagi ckckckck).

Sementara anaknya justru begitu baik, dia sering menolong kita disaat dia mampu. Bahkan dia juga yang memberi semangat dan menghibur saat kita tersiksa oleh keangkaramurkaan bapaknya. Karena itu saya terus terang paling marah ketika ada sebagian orang (baca mahasiswa) yang justru melampiaskan kemarahan dan kebencian mereka terhadap bapaknya kepada temanku ini. Aku justru semakin benci kepada orang-orang yang mencari pelampiasan dan menghakimi orang hanya karena dia punya darah yang sama. Mereka ini hanyalah sekelompok orang lemah yang tidak mampu mengatasi masalahnya sendiri dan selalu menyalahkan orang lain, semoga Tuhan memberi mereka Hidayah. Dan tidak lupa semoga bapaknya juga mendapat hidayah agar tidak membuat malu anaknya :p.

2 Tanggapan ke “Buah Jatuh Jauh Dari Pohonnya”


  1. 1 Ali S Kholimi Oktober 16, 2006 pukul 11:03 am

    Mungkin kamu salah lihat pohonnya. :P Bukannya harus ada bunga sari dari pohon lain?

    -Mardun—–> betul juga ya, saya lupa kalo dia masih punya Ibu. Tapi entah juga sih…… (memang setahuku ibunya sih baik)

  2. 2 nadegnow Oktober 20, 2006 pukul 5:22 pm

    coba tengok tetangga kanan-kiri dosen kamu itu
    mirip ga sama anak temen kamu itu :D
    piss!!!
    -Mardun—–> Wah no comment deh :P

Tinggalkan Balasan




This Blog Has Been Read

  • 44,608 TImes Already
I am Kakashi! I am ichigo! I am Krillen! KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

 

September 2006
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930