Depperindag Meluaskan Cabangnya?

Kalau melihat fenomena-fenomena alam yang terjadi sekarang sih, mungkin memang lebih baik kalau yang namanya Institusi Pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, Universitas/Institut) jangan dinaungi Depdiknas lagi, tapi lebih baik mereka langsung dinaungi Departemen Perindustrian dan Perdagangan saja. Lha wong sekarang yang namanya pendidikan itu sudah hampir seluruhnya jadi komoditi dagang dan Industri kok.Seharusnya UUD diamandemen saja biar bunyinya jadi “Setiap warga negara berhak mengenyam pendidikan selama masih punya uang, tidak perlu otak“.

Kita lihat saja sekarang, mana ada sih sekolah murah yang mutunya bagus?. Sementara yang mahal juga mutunya belum tentu bagus. Sebagai contoh kita ambil SMAN * yang katanya sekolah favorit di surabaya. Biayanya tidak perlu ditanya lagi, luar biasa mahal, akan tetapi sebagian muridnya tidak mengalami peningkatan kualitas yang berarti. Sebagai contoh si X, dia masuk ke SMA tersebut dengan danem sekitar 45. Kemudian setelah 3 tahun ditempa oleh guru-guru yang mungkin agak tidak niat ngajar dia lulus dengan danem sekitar 50, berarti pelajaran Kimianya cuma dapet 5, lha pelajaran lain nilainya tetap dong?. bahkan ada yang justru danem SMAnya lebih rendah dari danem SMPnya, apakah ini yang namanya sekolah favorit?.

Sekolah juga membebankan biaya-biaya yang tidak masuk akal. Di sekolah favorit yang sama, sebagian siswa pernah dipanggil ke ruang TU, mereka dipaksa oleh gurunya untuk membayar iuran ekstrakurikuler yang tidak pernah mereka ikuti agar boleh ikut ujian. Favorit sekali sekolah ini :p. Institusi perkuliahan pun tidak kalah ngawurnya dalam memeras dana. Mereka membuka cabang PMDK kemitraan yang biayanya tidak tanggung-tanggung mahalnya dan tanpa tes. Bahkan di sebuah universitas ada seorang yang menyumbang 100 jt masih ditolak, wow dan mereka mengaku sebagai kampus negeri.

Lalu kapan orang miskin bisa sekolah? apakah orang miskin hanya boleh sekolah di sekolah yang gedungnya mau runtuh, kalau hujan banjir, dan semua mata pelajaran diajar satu guru? yang lucu adalah sebuah universitas yang menggembar-gemborkan program bahwa “disini tidak ada yang tidak bisa kuliah karena tidak punya uang”, ya jelas saja nggak ada, lha wong yang masuk disana sebagian besar anak orang kaya. Yang benar-benar miskin dan diijinkan sekolah paling-paling hanya 1-10% dari seluruh siswa/mahasiswanya. Pendidikan adalah hak semua orang, dan negara wajib menjamin hak tersebut sampai kepada yang berhak. Karena itu hati-hatilah memilih aparat (baca Rektor atau Kepala sekolah) yang akan menempati institusi pendidikan. Karena Pendidikan adalah satu dari 3 kekuaran utama yang menguasai dunia

4 Tanggapan ke “Depperindag Meluaskan Cabangnya?”


  1. 1 sabby Juli 13, 2006 pukul 6:40 pm

    Setuju mar!! Setuju banget. Nunut promosi ya, qm dah baca belum buku “ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH” karya Eko Prasetyo (Penerbit Resist Book)? Bagus banget tuh! Gimana negara mo maju kl yang nangani hanya fokus pada masalah duit melulu?? Be te we,

  2. 2 sabby Juli 13, 2006 pukul 6:44 pm

    Setuju mar!! Setuju banget. Nunut promosi ya, qm dah baca belum buku “ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH” karya Eko Prasetyo (Penerbit Resist Book)? Bagus banget tuh! Gimana negara mo maju kl yang nangani hanya fokus pada masalah duit melulu??
    -Mardun—–> memang bagus, udah luaama aku bacanya, sejak aku jadi ketua PIMITS 7 dulu. aku juga beberapak kali ngobrol sama mas Ekonya (Kapan itu malah sempat aku jadi pembicara dipanelkan sama beliaunya :P ), Orangnya asik kok.

  3. 3 daniel Agustus 24, 2006 pukul 11:11 am

    Mardun duwe nggon anyar gawe ngomel =p
    Keep blogging frend…

  4. 4 nieznaniez Oktober 6, 2007 pukul 11:57 pm

    gimana caranya ya biar semua bisa sekulah ??
    ah…
    sekulah yok..
    biar pinter..
    biar ga digathaki terus..
    menyebalkan..

Tinggalkan Balasan




This Blog Has Been Read

  • 44,609 TImes Already
I am Kakashi! I am ichigo! I am Krillen! KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

 

Juli 2006
S S R K J S M
« Jan   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31