Tadi Sore aku ngisi bensin di pom bensin deket rumahku, terus ada orang yang biasa menjual koran nawarin dagangannya ke aku. Entah kenapa, nggak seperti biasanya aku tiba-tiba terkesiap, ada getaran yang lewat di dadaku terus naik ke otak dan tiba tiba ada memori masa laluku yang muncul.
Mumpung antriannya masih agak panjang aku jadi sempat melihat tayangan ulang memoriku. Waktu itu sekitar 2,5 Tahun yang lalu. Aku lagi pergi sama adikku, terus waktu di perempatan ada anak kecil yang mengemis setengah ngamen (cuma bondo tangan) nyamperi aku. Aku langsung lambaikan tanganku didepannya tanda aku nggak mau ngasih dia uang (terlepas aku punya atau tidak). Setelah jalan adikku tanya ke aku, “kon ancen nggak nduwe duik ta?”.
“Nggak, duikku cuma gae mangan karo mbayar parkir engkok, opoo?”, jawabku.
“yo wis, soale nek kon nduwe duik lapo kon nggak ngeke’i arek mau”. katanya.
kemudian sepanjang perjalanan kita jadi ngobrol tentang masalah itu. Dia bilang kalau dia pergi sama bapaknya dan ada orang yang minta dia pasti marah-marah kalu bapaknya nggak mau ngasih padahal dia tahu bapaknya “bisa” ngasih. Menurut dia apa salahnya sih ngasih?, toh kita lebih beruntung dari mereka. Coba bayangkan perasaan kita seandainya kita di posisi mereka dan ada orang yang kita tahu “bisa” ngasih tapi nggak mau ngasih?, pasti sakit kan?.
——–Kilas Balik Selesai———-
Aku jadi heran kenapa memori itu bisa muncul, jangan-jangan rasa tidak-tegaan yang sudah agak lama kubunuh (karena akan sulit untuk maju kalau kita tidak tegaan, banyak orang yang suka memanfaatkan rasa tidak tega orang lain untuk keuntungannya sendiri) itu masih tersisa?. Akhirnya aku jadi merenungkan lagi kata-kata adikku waktu itu. Aku jadi membayangkan betapa damainya negara bahkan dunia ini kalau semua orang berpikiran seperti dia. Sayang tidak, akupun kadang-kadang masih enggan untuk menyisihkan duitku (bukan duit dari ortuku lho) buat mereka. Kenapa ya?…. anybody can help me?








0 Tanggapan ke “Memori Masa Lalu”