Arsip untuk Desember, 2005

Tahun Baru, Pelarian Akhir Tahun?

Tahun Baru 2006 segera tiba, banyak orang yang berusaha membuat proses pergantian tahun menjadi seberkesan mungkin. Tapi kalau dicermati lebih lanjut itu sebenarnya cuma Euforia sesaat dan bahkan lebih parah lagi adalah sebuah usaha untuk melarikan diri sesaat dari kenyataan.

Bener nggak ya? soalnya kalo yang tak rasain sih tahun baru ya sama aja kayak hari hari lainnya. besok ya aku tetep harus rapat, tugasku tetep belum selesai,bbm tetep naik, dll kesusahan lain yang menunggu. Lantas apa ya yang dirayakan orang-orang?. Belum lagi kalau dilihat secara filosofis, pergantian tahun itu kan berarti usia jagat raya ini bertambah yang ekuivalen dengan berkurangnya umur. Kok kita malah bahagia dengan itu semua ya?.

Lanjutkan membaca ‘Tahun Baru, Pelarian Akhir Tahun?’

Finally, Decision Has Been Made!

Finally, I have made my decision. Setelah sekian lama aku bertingkah seperti orang gila yang kerjanya cuma melamun. Aku jadi sadar kalo aku sudah berbuat bodoh dengan mengharapkan keajaiban.

Aku sudah memutuskan, I’ll wait for her, tapi aku tidak akan kehilangan diriku karena menunggu. “Show Must Go On”, katanya Freddie Mercury. Aku nggak akan menghabiskan waktuku yang berjam-jam lagi cuma untuk cangkruk di pos sambil nunggu “dia” dateng dan akhirnya cuma say hi.

Tapi aku tetep akan menempatkan dia pada posisi yang istimewa dan tetap memperlakukannya istimewa kok, whether she like it or not its me :p. Wish me luck aja deh. Jadi inget lagu lama dari negeri Jiran “Isabella” hehehe.

Badan Esek-esek Mahasiswa

Akhirnya kemarin aku ke kantin juga setelah sekian lama, eh tahunya aku dapet kabar yang bikin aku kaget. Kabar yang bikin aku agak gembira, sedih, sekaligus mangkel dan terheran heran.Katanya si Tita ama bom-bom, jumat (23/12/05) kemarin pak satpam nangkep 2 orang muda-mudi yang lagi sibuk “gituan” dalam kelas di gedung ******** lantai 2. “Ah biasa kan”, kataku, memang disini kan “Tempat Senden” jadi hal gitu sudah lumrah terjadi (bukan berarti boleh lho, walaupun aku pingin:p).

Yang bikin shock ternyata adalah bahwa yang melakukan hal tersebut adalah dua orang yang sama-sama aku kenal, yang satunya adalah si *****,anak ***, Kepala Departemen *** BEM-*****, yang aku sih sebenernya gak terlalu peduli. “*******, berarti ceweknya……”, aku kaget. “Iyo dee, adik kelasmu iku”, sahut tita.

Menurut pak satpam yang memberitahu anak-anak, baju ceweknya udah buka sampe ke batas celana, padahal ceweknya berjilbab lho. Aku langsung gedek-gedek nggak habis pikir. “Kok iso yo?”, batinku. Padahal si ****** hari sabtu kemarin (24/12/05) baru aja menjelek-jelekkan anak kantin waktu dia ngisi LKMM-TD di Teknik ****** . Berarti dia habis berbuat masih sempat cari kambing hitam ya?

Wis sudah semakin lengkaplah catatan hitamku tentang BEM-*****, dan di penghujung akhir tahun ini mungkin aku akan catat baik-baik bahwa “ternyata kemangkelanku selama ini hanya karena salah paham, aku ternyata mengira BEM itu Badan Eksekutif Mahasiswa, jadinya aku menggantungkan harapan yang tinggi. Tapi ternyata harapanku salah, BEM itu ternyata Badan Esek-esek Mahasiswa jadi aku nggak pantes mangkel sama mereka”.

Yah lets hope for the best lah :)

2 Anak SD

Isian pertamaku, aslinya sih ini kejadian 2 hari yang lalu (soalnya setelah 2 hari ini aku baru tahu caranya ngisi blog terkutuk ini).2 hari yang lalu aku lagi cangkruk sama temanku yang kebetulan kerja di tokonya masku, namanya Kholis. Kita duduk duduk di depan toko sambil guyonan. Terus ada anak masih pake seragam SD, sebut saja si A, masuk toko dan belanja makanan ringan (Jam Istirahat).Setelah dia keluar, dia pamit mau masuk sekolah lagi, si Kholis (temenku) kayaknya udah kenal sama dia. Anak itu kelihatannya sih anaknya orang kaya, habis jajannya banyak banget. Nah waktu dia baru keluar dari halaman rumah orang tuaku, dia dicegat sama anak SD yang lain, sebut saja si B, terus dipukuli. Dia lari masuk rumah orang tuaku lagi dan minta tolong sama si Kholis.

Tidak lama kemudian anak anak SD yang lain ikut datang dan ngeroyok si A, tapi setelah si A membagi makanannya mereka pergi kecuali si B. Akhirnya si A bisa kembali ke sekolah setelah si Kholis nganterin dia sampe halaman sekolahnya (jaraknya cuma sekitar 20 meter dari rumah orang tuaku).

Yang bikin aku gak habis pikir apa? ternyata si A ini ukurannya paling besar diantara anak SD yang mengeroyoknya. Dia bahkan jauh lebih besar dari si B, tapi kenapa dia takut ya?. Apa gara gara dia terbiasa dimanja?. Trus yang jadi pertanyaan lagi adalah anak-anak SD “Figuran” yang ikut mengeroyok si A tadi. Mereka pergi setelah si A “membayar upeti” ke mereka.

Jangan jangan memang anak-anak sejak kecil udah dididik untuk berperan menjadi “preman”, “kaum oportunis”, dan “orang kaya yang diperas” tanpa mempedulikan kemampuan fisik maupun mentalnya. Lha bayangkan bagaimana saya menahan ketawa waktu ngeliat anak yang jelas-jelas ukurannya lebih gede dipecundangi sama anak yang jauh lebih kecil tapi menang “tatak”. Kalau udah gini apa orang tua dan guru mau lepas tanggung jawab?


This Blog Has Been Read

  • 44,608 TImes Already
I am Kakashi! I am ichigo! I am Krillen! KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

 

Desember 2005
S S R K J S M
    Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031